"Cepat Mang..!!!!!" pinta Bang Herca gelisah menunggu pedagang cilor melayani pesanannya.
"Sabar, Pak. Takut salah tusuk." kata pedagang cilor tersebut.
"Saya bolak balik salah tusuk santai saja." gumam Bang Herca berkacak pinggang sambil melihat cekatannya tangan pedagang cilor.
"Sampean masih muda, Pak. Aman saja salah tusuk." jawab pedagang cilor ternyata mendengar gumam Bang Herca.
Bang Herca hanya bisa nyengir kuda. Ada rasa takut tersendiri di hati Bang Herca sebab dirinya takut tidak bisa membesarkan anak-anaknya dalam jarak waktu berdekatan.
Setelah menerima cilornya, Bang Herca segera kembali ke dalam ruang bersalin dan disana Dindra masih berjuang keras melahirkan calon anaknya.
"Lama sekali sih, Bang????"
"Maaf, pedagangnya yang lama. Abang mah lari kencang sampai kesini." jawab Bang Herca sambil menusuk cilor tapi Bang Herca tidak menyadari saus pedas cilor menetes di mata kanan Dindra.
"Aaaaaa... Mataaa..!!!" Dindra terpekik seraya meronta-ronta dan Bang Herca sama sekali tidak menyadarinya.
"Mata siapa, dek?? Kenapa matanya????" tanya Bang Herca masih mengunyah cilor.
"Mata Dindra, Bang."
Bang Herca sigap memanggil bidan yang tengah sibuk mempersiapkan persalinan istrinya.
"Istri saya tiba-tiba saja tidak bisa melihat." laporan Bang Herca panik bukan main.
Bidan pun segera memeriksa keadaan Dindra, detik persalinan sudah nyaris tiba tapi mendadak Dindra tidak bisa melihat.
Di saat yang sama Dindra mengejan, maksud hati Bang Herca ingin membantu sang istri yang sedang berjuang namun apa daya, kakinya menyenggol sesuatu dan terpeleset hingga menabrak baskom stainless steel berisi air yang akhirnya tumpah di atas perut Dindra.
"Maaf..!!!" Bang Herca bangkit tapi tidak sengaja kakinya menyenggol lampu sorot di ruang bersalin.
"Lebih baik Pak Herca menemani ibu saja, jangan kemana-mana." Saran Bu Bidan tak bisa menangani Bang Herca yang sebenarnya sedang panik berat menghadapi persalinan.
Dinar kembali mengejan, Bang Herca berteriak histeris dan…
Batalyon Pulau Karang 2
43. Kebahagiaan tak tergantikan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Atip Suryana
ternyata setelah sekian lama ngk muncul . sekalinya muncul ternyata dah tamatt sedihh sekali akuu
selamat yaa untuk papa herca yang udah bikin amburadul ruangan ibu bidan😂😂😂 ampunn kelakuan BP letnan yang atuh ini bikin ngakakk terosss
2025-06-08
1
Nabil abshor
😀😀😀 wkwkwkwk,,,,, jangan mobil din,,, yg lebih waaah gt lo,,,, trima kasih mbk nara,sehat² sll,succes trs ya,,,, semangat,,,,
2025-06-09
0
Ayu FazRina Satiasari
the end yaa....mudah2 an menyusul karya baru author tercintaa...🥰🥰@NaraY_Kamanatha
2025-06-08
0