"Ayo..!!!"
"Kemana? Saya nggak bisa pergi ke sembarang tempat apalagi ke tempat aneh-aneh. Saat ini saya masih ada waktu keluar sebelum orientasi di kesatuan baru." Aku bukannya takut ketahuan, aku hanya berfikir bahwa perjuanganku untuk mendapatkan seragam dinas ini tidaklah mudah.
Empat tahun kujalani pendidikan untuk menyandang pangkat Letnan dua, tidaklah seindah yang di bayangkan orang. Memang pendidikanku tertuju salah satunya untuk menjadi 'pimpinan' namun pada kenyataannya jika aku tidak menggunakan pikiran dan hatiku, maka mulai dari diriku hingga seluruh anggotaku akan hancur.
"Apa tidak ada tempat lain yang ingin kamu tuju? Gunung, pantai, atau mall?? Kamu mau skincare atau tas baru??" Tanyaku memberi pilihan lain karena Intan ingin pergi ke tempat yang tidak semestinya.
"Aku hanya mau kesana." Jawab Intan yang usianya terpaut lima tahun di bawahku.
Bukan seleraku karena aku ingin gadis yang seusia denganku, yang bisa memikirkan dampak baik dan buruknya sebuah keputusan. Aku bukannya tidak sanggup 'melakukannya', perasaan pria mana yang sanggup menolak sebuah 'kenikmatan' dunia. Namun tetap saja semua berdasarkan kesadaran diri. Masuk ke dalam jurang yang dalam atau berbalik arah adalah sebuah pilihan.
"Sekali saja, yaaa..!!!!!!" Rengek Intan yang mungkin sedang ingin tau kejamnya dunia luar.
"Baiklah, tapi tetap hanya boleh dalam pengawasan saya."
...
Aku sudah berusaha meminimkan segala apapun yang di konsumsi Intan tapi aku heran kenapa Intan bisa hilang kendali dan semabuk ini.
Intan semakin tidak terkendali. Aku juga semakin bingung karena baru kali ini tidak berhasil menetralkan efek m*ras.
Ku perhatikan gelas milik Intan, wajar saja. Ku hirup aroma botol minuman yang membuatku bertanya-tanya. Kemudian ekor mataku melihat sebuah bungkusan di lantai yang hendak ku pungut tapi Intan langsung mengambil posisi duduk di antara kedua pahaku.
"Intan, jangan begini. Kamu sedang mabuk." Tegurku.
Intan seperti tidak menggubris ucapanku. Dia menyodorkan…
Batalyon Pulau Karang 2
7. Pahit di masa lalu.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Atip Suryana
benar spa kata bang Dallas bang herca tidak semua perempuan seperti intan ya
2025-04-12
2