"Abang bohong, kenapa Abang per**sa Dindra????" Begitu kesalnya Dindra sampai menepak lengan Bang Herca dengan kuat.
"Per**sa apa?? Masa suami minta jatah di bilang per**sa. Gimana kamu ini, dek??" Kata Bang Herca sembari mengatur nafas.
Dindra masih cemberut tapi tidak menolak saat Bang Herca menariknya ke dalam pelukannya.
"Jangan marah to, dek..!! Abang mengaku kalah, nggak akan sanggup melawan juara satu tingkat kecamatan. Bisa bengkak semua wajah Abang." Bujuk Bang Herca mengalihkan perhatian Dindra.
"Makanya jangan coba menantang Dindra." Cuitan Dindra merasa di atas angin.
Unik, hanya dengan bujukan itu saja Dindra terperdaya meskipun dalam hal 'satu ini' pun Dindra juga masih kalah dengannya.
Bang Herca menebar senyumnya sekedar menenangkan dan menyenangkan hati istri tercinta.
\=\=\=
Dua hari kemudian Dindra dan Rigi mendampingi para suami berdinas di tempat yang baru, ia pun bertemu dengan Elca untuk pertama kalinya.
Bang Herca dan Bang Dallas melihat usia Elca tidak beda jauh dengan usia Dindra dan Rigi, mereka menghela nafas panjang. Dalam hati mereka turut prihatin karena gadis itu harus berhadapan dengan ibu dari sahabatnya.
Bang Herca meminta istrinya untuk menyapa lebih dahulu karena mereka sudah menikah lebih dulu.
Dindra mengerti dan segera menyapa Elca bersama dengan Rigi.
"Hai, Elca." Sapa Dindra.
"Hai." Senyum itu terlihat begitu lembut membalas sapaan Dindra dan Rigi.
"Sudah sampai mana pengajuan nikahnya?" Tanya Dindra.
"Sudah selesai. Hanya tinggal menunggu Abang minta tanda tangan Danyon saja." Jawab Elca.
Selang beberapa waktu, Bang Reno membawa berkasnya. Dindra pun mundur teratur di belakang punggung Bang Herca.
"Semua sudah finish. Kamu pulang ke rumdis saja ya, dek..!!" Pinta Bang Reno.
"El di mess transit saja, Bang." Tolak Elca secara halus.
"Kamu nggak pengen menata rumah, ibu sudah beli semua perabotan." Kata Bang Reno.
Sejenak mata Bang Dallas dan Bang Herca membulat besar kemudian saling lirik. Mereka teringat saat Dindra…
Batalyon Pulau Karang 2
21. Waspada dengan sekitar.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Nurhayati Nia
ya salammm knp musti ada lagi sih ibu mertua jahat ky giniiii
2025-04-19
1
Murni Zain
perlu kuliah tu Ibu Reni.. ksh paham bang Herca.. biar tu ibu bisu.
2025-04-19
1
Setyaningsih
kok persis ibunya bang Ardi di UK ya
2025-04-20
0