Suasana Batalyon masih panas karena Intan terus bersikap seolah tidak bersalah. Dalam rapat tertutup tersebut hadir ke sepuluh orang anggota yang terlibat, beberapa orang pejabat perwira termasuk Bang Herca, Bang Dallas dan Bang Reno.
"Ini maksudnya apa ya, Pak. Kalau seluruh mata tertuju pada saya seolah hanya saya saja yang salah. Kenapa tidak bertanya pada suami saya, apa salahnya sampai saya seperti ini." Kata Intan di hadapan semua orang.
Tatap mata Bang Herca terus memperhatikan ekspresi wajah Intan, bukan karena suka tapi karena heran ternyata di dunia ini masih tersisa wanita tidak tau malu semacam Intan. Hatinya pun malu sendiri pernah menyukai wanita seperti Intan. Terus terang sebagai laki-laki dirinya sempat tergoda oleh ciptaan Allah yang begitu indah namun setelah dirinya sadar, ternyata sang istri jauh lebih dari segalanya bahkan Intan tidak pernah ada seujung kuku dari Dindra.
"Apa masalahnya?" Tanya Letnan Herca yang bertindak sebagai PaSie Intel.
"Pertama uang yang Bang Hendarso berikan untuk saya masih kurang dan.. yaaa.. wanita butuh 'kehangatan' dan Bang Hendarso tidak bisa memberikan hal itu." Jawab Intan.
Tidak hanya Bang Herca yang merasa malu dan tidak enak hati hingga sejenak memejamkan mata seakan tidak sanggup merasakan harga diri sebagai lelaki terinjak-injak.
"Saat sebelum kita menikah, saya sudah katakan padamu bahwa gaji seorang abdi negara tidaklah besar. Saya memberimu uang sejumlah sepuluh juta, terus terang sudah mencapai kemampuan saya." Kata Bang Hendarso saat itu.
"Tapi karena kamu lelah dengan pekerjaanku, kamu mengabaikanku. Sebagai wanita aku juga butuh di sayangi." Ujar Intan di hadapan semua orang.
"Dengan cara meminta kehangatan pada sepuluh rekan saya???? Di antara mereka ada yang sudah berkeluarga. Dimana otakmu, Intan??" Bentak Bang Hendarso.
Masih teguh pada pendiriannya, Intan masih saja menampakan wajah tanpa rasa bersalahnya. "Mereka yang mau, apa salah saya?"
Jemari Bang Hendarso mengepal kuat. Gemuruh di dadanya…
Batalyon Pulau Karang 2
40. Berpikir pun bisa lelah.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Nurhayati Nia
abang??????????
aku pada mu dehh 😘😘😘😍😍😍
2025-04-30
0
Murni Zain
Intan ada nganguan mentah.
2025-04-30
0
Nabil abshor
ngaaaiiii,,,,,,, molyo,,,, mulyo kamu din,,,,, 😁😁😁
2025-04-29
3