"Dindra dimana, Her? Cari makan malam atau tidak?" Tanya Bang Dallas.
"Masih tidur. Nanti saja aku cari sendiri." Jawab Bang Herca dengan bibir tersumpal batang rokok sambil mengucek sprei hadapannya.
Melihat kesibukan adiknya, Bang Dallas pun paham dengan perang tanding yang telah terjadi.
"Haruskah kita melewatkan test kesehatan?"
Bang Herca membuang sisa puntung rokoknya. "Jalani saja. Terserah mereka mau bilang apa. Bedanya kita hanya kurang sabar menunggu berkas turun. Mau bagaimana lagi, istri-istri kita ini menguji batin. Kau saja gemas, apalagi aku. Gas poolll, rem blong. Mau jebol biar jebol sekalian."
Tawa Bang Dallas terdengar renyah. Ia membenarkan ucapan adiknya. Hatinya malu sendiri karena ia sudah melanggarnya saat baru tiba disana.
***
Pagi ini Dindra berjalan pelan di samping Bang Herca dan mendekap lengannya. Tidak ada kata berontak ataupun huru hara niat untuk kabur lagi. Istri Letnan Herca begitu tenang.
Rigi menarik lengan Bang Dallas karena merasa curiga.
"Abang, ada yang aneh dengan Dindra. Jangan-jangan Dindra kena pelet. Semalam Dindra tidak ikut makan malam. Pagi ini tidak seperti biasa Dindra mau bergandengan seperti itu." Bisik Rigi.
Bang Dallas langsung menjepit bibir Rigi yang terlalu banyak bercicit.
"Makanya kamu jangan terlalu banyak lihat film horror. Wajar saja kalau Dindra sudah nurut, berarti Herca sudah bisa membujuk dan melunakan hatinya." Jawab Bang Dallas.
Bang Herca berjalan menuju toilet dan Bang Dallas melanjutkan langkahnya menuju ruang ibu pengurus cabang.
~
"Hari ini sudah benar siap?" Tanya Bang Herca memastikan keadaan Dindra, ia tidak ingin kepanikan seperti kemarin sampai terulang lagi. "Kalau tidak siap, boleh di tunda." Bang Herca mengarahkan kedua lengan Dindra ke belakang tengkuk lehernya. Ia pun merapatkan kedua tangannya menarik pinggang ramping Dindra.
"Apanya yang tidak siap? Dindra harus minta tanggung jawab Danton b*****k yang memaksa nyicil kuping." Jawab Dindra.
"Oya, siapa nama Danton b*****k…
Batalyon Pulau Karang 2
11. Sidang.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Nurhayati Nia
ayo bukalah hati mu cah ayu bang danton insyaallah akan menjadi imam mu sampe till zanah dn menyayangi mu tentu nya
2025-04-14
1
cipa
segalak2e bang Her pasti sayang n ngidam dituruti
2025-04-14
1
dyah EkaPratiwi
apa yg membuat dindra berat membuka hati ya
2025-04-21
0