Deru mesin SUV hitam itu terdengar seperti geraman rendah di tengah kesunyian jalanan pinggiran kota yang jarang dilalui. Di balik kemudi, Dareen Christ mencengkeram stir dengan buku-buku jari yang memutih. Matanya lurus menatap aspal, namun seluruh sensor tubuhnya terpusat pada sosok wanita yang duduk di kursi belakang. Melalui spion tengah, ia bisa melihat Seraphina Aeru sedang memperhatikannya dengan tatapan yang bisa menghanguskan logika pria mana pun.
"Dareen," panggil Sera, suaranya seperti aliran madu yang kental dan panas. "Belok kiri di persimpangan depan. Ada motel dengan privasi tinggi di sana."
Dareen berdehem, berusaha menjaga suaranya tetap stabil dan profesional. "Nona, jadwal Anda hari ini sangat padat. Tuan Seldin sudah memesan tempat di butik utama pukul empat sore untuk fiting gaun pertunangan Anda dengan Tuan Jasen. Kita sudah terlambat sepuluh menit."
Sera mendengus, sebuah suara remeh yang elegan. Ia memajukan tubuhnya, menyelinap di antara celah kursi depan hingga wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari telinga Dareen. Aroma parfum black opium yang melekat di kulitnya seketika memenuhi rongga paru-paru Dareen, memicu memori-memori terlarang yang seharusnya dikubur dalam-dalam.
"Biarkan kakakku menunggu," bisik Sera, jemarinya yang lentik mulai menelusuri garis rahang Dareen yang tegas, berakhir dengan sentuhan ringan di cuping telinganya. "Aku merindukan sentuhan manis 'Babe'-ku. Apa kau tidak merasa haus setelah pertunjukan hebatmu di kantin tadi? Aku tahu kau butuh pelampiasan, dan aku butuh kau."
"Sera, jangan sekarang ..." Dareen memprotes lemah, namun tangannya justru mengarahkan kemudi ke arah yang diminta. Ia selalu kalah. Di hadapan Seraphina, protokol keamanan dan sumpah setianya kepada keluarga Aeru hanyalah tumpukan kertas yang mudah terbakar.
Begitu pintu kamar nomor 402 itu tertutup dengan bantingan pelan namun sarat akan urgensi, udara di ruangan remang-remang itu seketika berubah pekat. Bunyi kunci yang diputar dari dalam seo…
Mencintai Adik CEO
Di Balik Pintu Empat Kosong Dua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments