Uap panas dari cangkir cokelat di atas meja kayu kecil itu menari-nari, membiaskan cahaya lampu apartemen yang kekuningan. Dareen berdiri di ambang pintu kamar tamu, rambutnya masih lembap dan sisa-sisa aroma sabun maskulin menguar dari tubuhnya. Ia menatap cangkir itu sejenak, namun pandangannya segera beralih ke arah dapur.
Di sana, Isellia sedang membelakanginya. Gadis itu tampak sangat fokus, bergerak lincah di depan kompor. Bunyi desis mentega di atas wajan dan aroma gurih kaldu memenuhi ruangan. Isellia terlihat begitu domestik, begitu nyata, dan begitu kontras dengan kedinginan yang baru saja Dareen tinggalkan di kediaman Aeru.
"Gadis itu ... terlihat sangat menikmati untuk melayaniku. Bahkan aku yang terbiasa melayani Seraphina, tidak tahu rasanya bagaimana dilayani dengan hangat oleh seseorang yang menyayangiku. Hanya butuh beberapa waktu bagi Isellia untuk bisa melayaniku sepenuh hati seperti itu. Entahlah, dia gadis yang polos," batin Dareen yang malah merasa tidak enak dengan kebaikan Isellia itu.
Langkah kaki Dareen tidak terdengar saat ia melintasi lantai kayu. Ia bergerak seperti bayangan, membawa beban berat di pundaknya yang seolah ingin meruntuhkan tulang-tulangnya. Saat ia sampai tepat di belakang Isellia, tanpa peringatan, Dareen melingkarkan kedua lengannya yang kekar pada pinggang ramping gadis itu.
Isellia tersentak kecil. Sudip di tangannya hampir terjatuh. Ia bisa merasakan telapak tangan Dareen yang masih terasa dingin merembes melalui kain piyama tipisnya, namun di saat yang sama, dada bidang pria itu memberikan tekanan yang kokoh di punggungnya. Jantung Isellia berdebar sangat kencang, seolah-olah ingin melompat keluar dari dadanya.
"Dareen?" bisik Isellia, suaranya bergetar karena terkejut sekaligus malu.
"Diamlah sebentar, Isellia," gumam Dareen. Suaranya terdengar sangat parau, seakan setiap kata yang keluar menguras sisa energinya. "Biarkan seperti ini dulu. Aku hanya ... aku butuh kehangatan. Aku butuh kekuatan agar bisa berdiri lagi…
Mencintai Adik CEO
Sandiwara di Balik Pelukan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments