Keheningan malam di penthouse mewah itu terasa begitu kontras dengan keriuhan pesta pernikahan yang baru saja usai. Di atas ranjang raksasa yang seharusnya menjadi saksi bisu malam pertama mereka, Dareen Christ terbaring menatap langit-langit. Di sisi kanannya, Aura mendengkur halus dengan posisi melintang, sementara di sisi kiri Seraphina, Daphine tertidur lelap sambil memeluk lengan ibunya erat-beras.
Jam dinding menunjukkan pukul dua dini hari. Cahaya bulan menyelinap melalui celah gorden sutra, menyinari wajah Seraphina yang tampak begitu damai namun menyimpan kelelahan yang dalam. Dareen perlahan bangkit, gerakannya sangat hati-hati agar tidak menimbulkan derit pada kasur mahal itu. Ia menatap kedua anaknya—hasil dari masa lalu yang rumit dan penuh luka—yang kini akhirnya bisa tidur tanpa ketakutan.
Namun, ada sesuatu yang bergejolak di dalam dada Dareen. Sebuah kerinduan yang bukan sekadar nafsu, melainkan kebutuhan untuk mengklaim kembali sejarah mereka. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Seraphina, membisikkan nama wanita itu dengan getaran yang hanya bisa didengar oleh jiwa yang saling bertaut.
"Sera... bangun," bisik Dareen.
Seraphina mengerjap, matanya yang indah perlahan terbuka. Ia menatap Dareen dengan bingung, rambutnya yang kecokelatan berantakan di atas bantal. "Dareen? Ada apa? Anak-anak terbangun?"
"Ikut aku," ujar Dareen pendek. Ia meraih tangan Seraphina, menuntunnya keluar dari kepungan tubuh mungil Aura dan Daphine.
"Ke mana? Ini sudah jam dua pagi," tanya Seraphina saat mereka sudah berdiri di koridor luar kamar, hanya mengenakan jubah tidur sutra yang tipis.
Dareen tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menatap istrinya dengan sorot mata yang membara, jenis tatapan yang membuat lutut Seraphina terasa lemas. "Kita harus menyelesaikan apa yang tertunda tujuh tahun lalu. Di tempat yang benar. Di tempat di mana semuanya dimulai."
Mobil Bentley hitam itu melesat membelah jalanan kota yang lengang, menuju pinggiran kota yang jarang terjamah. Se…
Mencintai Adik CEO
Epilog: Lingkaran Takdir di Motel Tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments