Gemuruh guntur masih bersahutan di luar sana, menghantam kaca jendela apartemen dengan dentuman yang konsisten. Hujan seolah tidak berniat reda, justru semakin menggila seiring malam yang semakin larut. Di dalam keheningan lorong, Dareen berdiri mematung di depan pintu kamar tamu, tangannya sudah memegang gagang pintu, bersiap untuk mengurung diri dalam kesepian dan bayang-bayang Seraphina.
Namun, sebuah tarikan lembut pada ujung kaosnya membuat langkahnya terhenti.
"Dareen ... jangan tidur di sana," bisik Isellia. Suaranya kecil, hampir tenggelam oleh suara hujan. Ia berdiri dengan bahu yang sedikit menciut, matanya menatap lantai dengan kegelisahan yang nyata. "Hujannya terlalu keras. Petirnya ... aku takut. Bisakah kau tidur di kamarku malam ini?"
Dareen tertegun. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut pada badai, melainkan karena peringatan bahaya yang menyala di otaknya. Ia adalah seorang pria dewasa dengan naluri yang selama ini ia tekan sekuat tenaga. Tidur dalam satu ruangan, di atas satu ranjang dengan wanita yang secara resmi akan menjadi istrinya, adalah wilayah berbahaya bagi kewarasannya yang sedang rapuh. Ia takut jika dalam kegelapan nanti, pertahanannya runtuh dan ia melakukan hal yang tidak seharusnya—atau lebih buruk lagi, ia takut jika ia mengigaukan nama Sera saat ia terlelap.
"Isellia, kurasa itu bukan ide yang baik," jawab Dareen, suaranya terdengar kaku. "Aku ... aku tidak ingin melampaui batas. Kau tahu aku menghargaimu."
Isellia mendongak, matanya berkaca-kaca. "Aku hanya butuh merasa aman, Dareen. Hanya malam ini. Aku berjanji tidak akan merepotkanmu. Tolong ...."
Logika Dareen yang biasanya setajam silet mendadak tumpul saat melihat kerapuhan di mata Isellia. Ia tahu Isellia tulus, dan menolaknya saat ini terasa seperti tindakan yang sangat kejam. Dengan helaan napas panjang yang menyerah, Dareen mengangguk pelan.
Kamar Isellia berbau harum lavender dan linen bersih. Ranjangnya cukup luas, namun saat mereka berdua berbaring di san…
Mencintai Adik CEO
Labirin di Balik Selimut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments