Satu minggu setelah beban ujian akhir semester terangkat dari pundak mereka, apartemen Dareen dan Isellia tidak lantas menjadi tenang. Sebaliknya, hunian itu kini bertransformasi menjadi pusat kendali bagi salah satu hajatan paling dinantikan di kalangan elit kota: penyatuan resmi klan Naomi dan Christ. Jika sebelumnya mereka berjuang melawan angka-angka laporan keuangan dan pasal-pasal hukum, kini musuh mereka adalah waktu yang semakin menyempit menuju hari besar yang tinggal menghitung hari.
Pagi itu, cahaya matahari masuk melalui jendela besar, memantul pada lembaran undangan berbahan beludru biru dongker dengan ukiran emas murni yang berserakan di meja makan. Dareen duduk di sana, namun ia tidak sedang memegang senjata atau berkas audit. Jemarinya yang kasar kini dengan teliti memeriksa daftar tamu final. Di sampingnya, Isellia sedang berdiskusi sengit namun manis melalui panggilan video dengan dekorator bunga tentang penempatan ribuan mawar putih yang harus didatangkan langsung dari Belanda.
"Aku ingin lorong menuju altar terasa seperti berjalan di atas awan, bukan sekadar taman bunga biasa," ujar Isellia dengan nada antusias. Ia melirik Dareen, mencari dukungan.
Dareen meletakkan daftar tamu itu, memberikan senyum tipis yang hangat. "Apa pun yang membuatmu merasa seperti seorang ratu, Isellia. Aku sudah menyetujui anggaran tambahannya pagi ini."
Isellia menutup panggilan teleponnya dan langsung menghambur ke pelukan Dareen, menduduki pangkuan suaminya yang kokoh. "Kau terlalu memanjakanku, Tuan Christ. Ayah bahkan mulai protes karena kau terlalu cepat menyetujui permintaan katering untuk menambah menu kaviar."
"Aku tidak memanjakanmu, aku hanya memastikan bahwa hari di mana kau resmi menyandang namaku di depan seluruh dunia adalah hari yang tak tertandingi," bisik Dareen sambil merapikan anak rambut Isellia.
"Aku sangat menantikan hal itu, Dareen. Percayalah," bisik Isellia dengan senyuman manisnya.
"Aku percaya, Isellia."
Kesibukan yang luar biasa ini, anehny…
Mencintai Adik CEO
Tenunan Janji dalam Kemewahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
Nona aan Chayank
Yaa ampun thor... Aq jadi deg-degan... semoga tdk ada gangguan dari Seraphina, Jasen, maupun keluarga Aeru yg lain selama prosesi pesta pernikahan Darren dan Isselia... aamiin
Dan semoga Sera sdh sadar, dan bisa bahagia juga dengan Jasen..
2026-03-14
0