Aula gedung fakultas masih tampak lengang, namun Dareen Christ sudah duduk di bangku baris belakang, tempat persembunyian favoritnya. Pria itu tidak sedang menatap papan tulis dengan tatapan kosong seperti biasanya. Sebaliknya, ia memegang ponselnya dengan kedua tangan, sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat namun tulus—menghiasi wajahnya yang tegas.
Di layar ponsel, wajah Isellia Naomi tampak merona. Mereka sedang melakukan video conference singkat hanya untuk mengisi jeda sebelum jam pertama dimulai.
"Kau sudah memakan bekal buah yang kukemas tadi pagi?" suara Isellia terdengar merdu dari speaker kecil itu.
"Sudah, Isellia. Terima kasih. Kau terlalu memanjakanku," jawab Dareen lembut.
Tepat saat itu, pintu ruang kuliah terbuka. Seraphina Aeru melangkah masuk dengan dagu terangkat, namun matanya langsung mencari sosok di barisan belakang. Di sampingnya, Jasen berjalan dengan perban kecil di sudut bibirnya—sisa dari "kenang-kenangan" kepalan tangan Dareen tadi pagi.
Sera sengaja memperlambat langkahnya saat melewati barisan Dareen, berharap pria itu akan segera mematikan ponselnya dan berdiri memberikan hormat seperti anjing yang patuh.
Namun, Dareen bahkan tidak menoleh. Ia terus menatap layar, terkekeh pelan mendengar cerita Isellia tentang kuas lukisnya yang hilang. Sera melirik layar ponsel itu dan seketika rasa panas menjalar di dadanya. Video call? Selama hampir satu tahun bersama, Dareen tidak pernah mau melakukan hal semudah itu dengannya. Dareen selalu beralasan tentang "keamanan" dan "privasi tugas". Melihat Isellia mendapatkan hak istimewa yang bahkan tidak pernah ia miliki sebagai putri majikan, membuat kebencian Sera pada Isellia mencapai puncaknya.
"Ayo, Sera. Jangan buang waktu melihat sampah," bisik Jasen ketus, menarik tangan Sera untuk duduk di barisan depan.
Sepanjang kuliah, Sera tidak bisa fokus. Setiap kali ia menoleh ke belakang, ia melihat Dareen yang fokus mencatat, namun sesekali melirik ponselnya yang diletakkan di atas meja seolah menan…
Mencintai Adik CEO
Tumpahan Racun Kecemburuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
Nona aan Chayank
Berhentilah bersikap seperti wanita murahan Seraphina. Dari awal kalian tidur bersama, kau yg selalu menggoda Darren. Saat itu klo kau bisa. bersikap tegas dalam menghadapi kakakmu yg tiran itu, mungkin kalian saat ini masih bisa bersama. Tapi kali memperlakukan Darren hnya seperti pria simpanan, yg harus selalu disembunyikan dari seluruh dunia. Dan setiap saat harus menerima penghinaan dari Seldin, Jasen dan dirimu sendiri. Sekarang saat Darren ssh keluar dr lingkungan kekuasaan keluargamu, kau masih bersikap sama. Masih menghinanya.Tidak pernah ada kesadaran bahwa Darren itu manusia yg punya otak dan perasaan...
2026-03-06
0
Nona aan Chayank
Lanjut lagi Thor,,, ceritanya makin bagus...💪💪
2026-03-06
0
Sedi Listyaning
penasaran akhir ceritanya..lanjut kak..
2026-03-05
0