Badai malam itu seolah ingin menyapu bersih sisa-sisa keberadaan Dareen Christ dari muka bumi. Hujan turun begitu lebat, menghantam aspal jalanan dengan suara yang memekakkan telinga, sementara kilat menyambar-nyambar, menerangi wajah Dareen yang pucat pasi setiap beberapa detik. Koper hitam yang ia seret terasa berlipat ganda beratnya, seakan-akan seluruh dosa dan kenangan pahit di kediaman Aeru ikut menumpuk di dalamnya.
Dareen melangkah dengan gontai. Ia tidak tahu harus ke mana. Kakinya hanya bergerak secara mekanis, menjauh dari gerbang besi raksasa yang baru saja tertutup di belakangnya—gerbang yang memisahkan dirinya dari wanita yang ia cintai sekaligus ia hancurkan hatinya.
Air mata Dareen mengalir, hangat namun segera dingin tersapu air hujan yang mengguyur kepalanya. Ia terisak tanpa suara, sebuah pemandangan yang mustahil terlihat jika matahari masih bersinar. Di tengah badai ini, ia membiarkan dirinya hancur. Ia menyesali setiap detik yang ia lalui bersama Seraphina, bukan karena ia membencinya, tapi karena ia menyadari betapa kejamnya takdir yang mempertemukan seorang anjing penjaga dengan seorang putri mahkota hanya untuk dipisahkan dengan cara yang paling hina.
"Maafkan aku, Sera ... maafkan aku," bisiknya berulang kali, suaranya hilang ditelan deru angin.
Di saku jaket kulitnya yang sudah basah kuyup, ponselnya tidak berhenti bergetar. Layarnya menyala berkali-kali, menampilkan nama Isellia Naomi di tengah kegelapan.
Namun, Dareen tidak sanggup mengangkatnya. Ia merasa seperti seorang penipu. Ia baru saja membunuh separuh jiwanya demi sebuah "masa depan" yang ia tawarkan pada Isellia, namun ia sendiri tidak yakin apakah ia bisa memberikan hatinya yang sudah hancur itu pada gadis secantik Isellia.
Entah bagaimana, naluri bawah sadarnya membawa langkah kaki Dareen kembali ke taman kecil di dekat apartemen Isellia. Tempat itu sunyi, hanya ada suara rintik hujan yang menghantam dedaunan. Dareen duduk di sebuah bangku kayu yang basah, meletakkan kopernya…
Mencintai Adik CEO
Sisa Hujan di Taman Harapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments