Matahari sore itu merayap pelan di lantai marmer apartemen, membiaskan cahaya jingga yang lembut ke arah sebuah kanvas kosong yang berdiri di sudut ruang tengah. Aura Isellia Christ, yang kini telah menginjak usia yang penuh rasa ingin tahu, duduk bersimpuh di atas permadani tebal. Tangannya yang mungil menggenggam sebuah bingkai perak yang selalu ia ambil dari meja kerja ayahnya—bingkai berisi foto seorang wanita dengan senyum secerah musim semi dan mata yang menyimpan kedamaian samudra.
Dareen Christ baru saja melangkah masuk ke ruangan itu, menanggalkan jas hitamnya yang terasa seberat zirah perang setelah seharian bertarung di bursa saham. Langkahnya terhenti saat melihat pemandangan di depannya. Jantungnya berdenyut nyeri, sebuah rasa sakit yang akrab namun tak pernah benar-benar hilang.
"Ayah..." Aura mendongak, matanya yang bulat dan jernih—persis milik Isellia—menatap Dareen dengan intensitas yang meluluhkan kedinginan pria itu. "Mama... di mana? Kenapa Mama hanya ada di dalam kotak perak ini?"
Dareen berlutut di samping putrinya, menarik napas panjang yang terasa sesak di dadanya. Ini adalah momen yang selalu ia takuti, namun ia tahu ia tidak bisa melarikan diri. Dengan sangat hati-hati, ia mengambil bingkai itu dari tangan Aura, mengusap debu imajiner di atas kaca pelindungnya.
"Mama tidak hanya di dalam kotak ini, Sayang," bisik Dareen, suaranya melembut, kontras dengan nada otoriter yang ia gunakan di kantor pusat Naomi Group. "Mama ada di dalam detak jantungmu. Mama ada di setiap kali kau tertawa. Dan Mama... adalah bintang paling terang yang selalu menjaga kita dari atas sana."
Dareen mulai menceritakan sosok Isellia dengan narasi yang mendalam. Ia bercerita tentang kebaikan hati Isellia, tentang bagaimana ibunya mencintai warna bunga lili, dan bagaimana Isellia berjuang dengan gagah berani agar Aura bisa hadir di dunia ini. Ia menceritakan Isellia bukan sebagai sebuah tragedi, melainkan sebagai sebuah mahakarya cinta. Air mata Aura menggenang, namun i…
Mencintai Adik CEO
Memahat Langit di Atas Karang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments