Suasana di dalam apartemen mewah itu terasa sunyi, namun bukan kesunyian yang mencekam. Itu adalah keheningan yang sarat akan antisipasi, seperti udara yang tenang sesaat sebelum badai kebahagiaan pecah. Cahaya lampu meja yang kekuningan menyinari sudut ruang tengah, di mana Dareen Christ duduk tegak di sofa kulitnya. Namun, kali ini ia tidak sedang memegang dokumen logistik atau memantau layar CCTV. Di tangan pria yang dulu terbiasa memegang laras senjata itu, kini terdapat sebuah buku tebal berjudul “Panduan Menjadi Ayah: Menavigasi Trimester Terakhir dan Tahun Pertama.”
Dareen membaca dengan kening berkerut dalam, seolah sedang mempelajari manual strategi perang yang paling krusial. Matanya bergerak cepat menyapu baris-baris tentang cara membedung bayi, teknik menenangkan tangisan di malam hari, hingga tanda-tanda kontraksi palsu. Ia sesekali mencatat sesuatu di buku catatan kecilnya, memastikan tidak ada detail yang terlewat. Bagi Dareen, menjadi seorang ayah adalah misi paling suci yang pernah ia emban, dan ia tidak memiliki ruang untuk kegagalan.
Isellia, yang baru saja keluar dari kamar setelah tidur siang singkat, terhenti di ambang pintu. Ia menatap suaminya yang tampak begitu serius bergulat dengan buku parenting tersebut. Sebuah tawa kecil yang merdu pecah dari bibirnya, menghancurkan konsentrasi Dareen.
"Dareen," panggil Isellia sambil berjalan perlahan mendekat, tangannya menopang bagian bawah perutnya yang kini sudah sangat besar. "Kau membacanya seolah-olah besok akan menghadapi ujian negara. Apa kau sedang menghafal anatomi botol susu?"
Dareen mendongak, wajahnya yang kaku sedikit merona karena tertangkap basah. "Aku hanya ingin memastikan aku tahu apa yang harus dilakukan, Isellia. Buku ini mengatakan bahwa bayi bisa merasakan kecemasan ayahnya. Aku harus siap secara mental agar dia merasa aman sejak detik pertama."
Isellia duduk di samping Dareen, menyandarkan kepalanya di bahu bidang suaminya. Ia mengambil buku itu dari tangan Dareen dan melihat c…
Mencintai Adik CEO
Bayang-Bayang di Balik Cahaya Senja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments