Langit Aeryon City malam itu tampak seperti kanvas hitam yang pekat, tanpa bintang maupun bulan. Di balkon lantai dua paviliun pengawal yang terletak di sayap timur kediaman Aeru, Dareen Christ berdiri mematung. Angin malam yang tajam menusuk kemeja hitam tipis yang dikenakannya, namun ia seolah tidak merasakannya. Pikirannya masih tertambat pada bayangan Jasen yang mencoba pakaian pertunangan tadi siang—pemandangan yang terus menggerogoti ketenangannya.
Suara langkah kaki yang berat di atas lantai kayu balkon membuyarkan lamunannya. Mark, salah satu pengawal senior yang menempati kamar di sebelah Dareen, melangkah mendekat. Di tangannya terdapat sebungkus rokok dan sebuah pemantik.
"Dingin begini, berdiri di luar sendirian. Kau sedang mencoba menjadi pilar beton, Christ?" sapa Mark dengan nada santai yang agak kasar.
Mark menyodorkan sebatang rokok ke arah Dareen. Biasanya, Dareen akan menolak dengan alasan disiplin militer yang kaku. Namun malam ini, kepalanya terlalu penuh. Ia meraih batang tembakau itu, menjepitnya di antara bibir, dan membiarkan Mark menyulutkan api.
Dareen menyesap rokok itu dalam-dalam, membiarkan asap panas memenuhi paru-parunya sebelum mengembuskannya perlahan ke udara malam.
"Tumben sekali kau mau menerima pemberianku," ujar Mark sambil menyandarkan punggung ke pagar balkon. Ia mengembuskan asap ke langit. "Dengar, aku tahu kau tipe manusia yang tidak punya perasaan—robot yang cuma tahu perintah Tuan Seldin. Tapi malam ini, aku butuh telinga. Kau cukup diam dan dengarkan saja, tidak perlu memberi solusi kalau otak mekanikmu itu tidak sanggup."
Mark mulai bercerita. Suaranya terdengar parau saat ia mengungkapkan beban batinnya tentang keluarganya di kampung halaman. Tentang istrinya yang mulai sakit-sakitan dan anaknya yang butuh biaya sekolah besar, sementara ia sendiri merasa terjebak dalam pekerjaan berbahaya ini, menjadi "anjing" bagi keluarga kaya yang bahkan tidak tahu nama belakangnya.
"Aku merasa seperti sampah, Dareen. Menjaga nyaw…
Mencintai Adik CEO
Bara dan Rahasia di Paviliun
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments