Pagi di penthouse keluarga Christ biasanya dimulai dengan disiplin yang kaku. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca setinggi langit-langit menyapu lantai marmer yang dingin, menerangi debu-debu halus yang menari di udara sunyi. Dareen Christ sudah bangun sejak pukul lima pagi, menyelesaikan rutinitas olahraganya yang brutal untuk menguras sisa-sisa kegelisahan dari pertemuannya dengan Seraphina semalam. Namun, meski tubuhnya lelah, pikirannya tetap terjaga dalam labirin kecurigaan yang sama.
Dareen berada di dapur, membelakangi meja makan kayu oak yang besar, sibuk menyeduh kopi hitam pekat yang aromanya memenuhi ruangan. Ia membiarkan ponselnya tergeletak di atas meja, sebuah benda hitam yang sejak semalam terasa seperti granat aktif yang siap meledak. Ia tidak menyadari bahwa di balik punggungnya, sesosok kecil dengan langkah kaki seringan kapas telah menyelinap masuk.
Aura Isellia Christ, dengan piyama sutra berwarna merah muda dan rambut yang sedikit berantakan khas bangun tidur, merangkak naik ke kursi makan. Matanya yang bulat menangkap kilau layar ponsel ayahnya yang menyala karena sebuah notifikasi berita bisnis. Dengan rasa ingin tahu yang murni khas anak usia tujuh tahun, Aura meraih ponsel itu. Ia hanya ingin bermain, atau mungkin mencari foto-foto festival kemarin yang sempat diambil ayahnya.
"Ayah sedang apa?" tanya Aura kecil, suaranya yang ceria memecah keheningan pagi.
Dareen menoleh, memberikan senyum tipis yang hangat. "Hanya membuat kopi, Sayang. Sebentar lagi Ayah buatkan sereal untukmu."
Aura tidak menjawab. Jemari kecilnya mulai mengusap layar ponsel yang tidak terkunci itu. Ia masuk ke dalam aplikasi pesan singkat, mencari ikon yang sering ia lihat ayahnya gunakan. Secara tidak sengaja, jemarinya menyentuh kolom obrolan paling atas—kolom yang semalam membuat Dareen terjaga hingga dini hari. Nama "Seraphina Aeru" muncul di layar.
Aura teringat pada Daphine. Ia ingin bicara dengan teman barunya itu. Ia melihat ikon gagang telepon di po…
Mencintai Adik CEO
Sambungan yang Tak Disengaja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments