Tama adalah seorang pria yang teliti dan disiplin. Sebagai seorang konsultan teknologi di sebuah perusahaan ternama, hari-harinya selalu diisi dengan rapat, analisis data, dan pertemuan dengan klien. Siang itu, Tama tengah fokus di depan laptopnya, menyusun laporan untuk salah satu klien utamanya ketika pintu ruangannya diketuk.
"Mas Tama?" Suara lembut seorang wanita memecah konsentrasi Tama.
Tama menoleh, sedikit terkejut karena biasanya tidak ada tamu yang datang tanpa janji. Di depan pintu berdiri seorang wanita muda dengan senyuman yang manis, rambut hitam panjangnya tergerai rapi. Wanita itu terlihat anggun namun ada keceriaan di balik sorot matanya.
"Oh, Ayu? Kamu anaknya Pak Sudiro, kan?" Tama tersenyum, mengenali wanita itu sebagai putri dari kliennya yang kemarin sempat di bahas oleh Danu dan Jeffry temannya.
"Iya, Mas. Saya Ayu," jawabnya sambil melangkah masuk dengan percaya diri. "Kebetulan saya lagi ada waktu luang setelah kuliah, jadi mampir ke sini. Saya dengar Mas Tama juga lulusan teknologi, ya?"
Tama mengangguk. "Iya, betul. Kamu juga ambil jurusan teknologi, kan?"
Ayu duduk di kursi di depan Tama dan menatapnya dengan sorot mata yang penuh arti. "Iya, saya ambil jurusan yang sama. Dan sebenarnya, sejak pertama kali lihat Mas Tama waktu ketemu Papa, saya merasa tertarik. Mas kelihatan begitu pintar dan profesional." Ayu menundukkan sedikit kepalanya, seakan memberi ruang untuk Tama merespon pujian itu.
Tama tersenyum kecil, agak canggung. "Terima kasih, Ayu. Tapi aku hanya melakukan pekerjaan yang seharusnya."
Ayu tidak kehilangan keberaniannya. "Mungkin buat Mas itu biasa saja, tapi buat saya … berbeda. Sejak saat itu, saya terus kepikiran Mas Tama." Ayu menatap Tama dengan tatapan penuh makna. "Mungkin ini terdengar berani, tapi saya ingin lebih dekat dengan Mas, bukan hanya karena pekerjaan Papa."
Tama terdiam sejenak, mencoba mencerna maksud dari kata-kata Ayu. Ada ketulusan dalam ucapannya, tetapi ia juga sadar betul situasinya. Dia tak ingi…
Hubungan Tak Seiman
Berkhianat?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments