Di suatu sore, Tama berjalan di taman kota yang sepi. Ia tak menyangka akan bertemu dengan Leyla, sahabat Freya yang sudah dikenalnya cukup lama. Mereka saling sapa dengan senyum kecil, meski ada keheningan canggung di antara mereka. Setelah beberapa saat berbasa-basi, Tama tak kuasa untuk tidak menanyakan kabar Freya.
"Bagaimana kabar Freya, Leyla?" tanyanya dengan suara lirih.
Leyla menatapnya dengan pandangan penuh pengertian. "Dia baik-baik saja, Tama. Sibuk seperti biasa dengan pekerjaannya. Tapi … tanpa sadar dia juga masih sering membicarakanmu."
Tama tersenyum pahit. Ia tahu bahwa ada ruang di hatinya yang tak pernah benar-benar bisa ia tutup sejak Freya pergi dari hidupnya. Namun, ia telah berjanji pada dirinya dan pada pencipta Freya untuk melepaskannya. Kini, ia pun telah menikah, menjalani kehidupan yang telah dipilihkan untuknya. Tapi di setiap sunyi malam, dalam setiap hembusan napasnya, bayangan Freya masih tetap menghantui.
"Aku sudah menepati janji itu, Leyla. Aku menikah, mencoba menjalani hidup yang baik …" ucapnya dengan suara bergetar. "Tapi entah mengapa, pikiranku … hatiku … sepertinya tak pernah benar-benar meninggalkan Freya."
Leyla menunduk, merasakan beban yang dipikul Tama. Ia tahu bahwa cinta Tama pada Freya takkan mudah terhapus, meski kini ia berada dalam kehidupan baru.
"Freya pasti akan selalu mengingatmu, Tama," kata Leyla lembut, berharap dapat memberikan ketenangan kecil bagi Tama.
Tama hanya mengangguk, menatap jauh ke depan. Dalam hatinya, ia tahu bahwa cinta yang mereka miliki adalah sesuatu yang tak pernah benar-benar hilang. Meski kini mereka berada di jalan yang berbeda, perasaan itu tetap ada, abadi di dalam relung hatinya.
Setelah berbincang sebentar dengan Leyla, Tama akhirnya berpamitan. "Aku pulang dulu ya, Leyla. Terima kasih sudah mau berbagi kabar tentang Freya," ucapnya sambil tersenyum tipis.
Leyla membalas senyumnya, meski dengan sedikit kesedihan. "Pulanglah, Tama. Jaga dirimu dan keluargamu baik-baik."
Tama ber…
Hubungan Tak Seiman
Hancur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments