Freya merasa dunia seakan runtuh di hadapannya. Kata-kata Tama tentang Arman yang terkena serangan jantung terus terngiang-ngiang di kepalanya, dan rasa bersalah mulai menghimpit dadanya. Dia berdiri kaku, matanya terpaku pada Tama yang wajahnya penuh kecemasan dan kelelahan.
Tama tidak mengatakan banyak, hanya menyuruhnya untuk menunggu di ruang tunggu. Di ruang tunggu, Freya duduk dengan gelisah. Pikirannya berkecamuk, menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi. Setiap detik terasa seperti siksaan, menunggu kabar tentang kondisi Arman.
Tama berdiri di samping ranjang rumah sakit, menatap Arman yang terbaring lemah dengan alat-alat medis terpasang di tubuhnya. Wajah ayahnya yang biasanya tegas kini terlihat pucat dan tak berdaya. Hati Tama terasa remuk melihat kondisi ini, dan perasaan bersalah menggerogoti pikirannya. Dia tahu betapa pentingnya perjodohan itu bagi Arman, tetapi dia tidak bisa memaksakan hatinya untuk meninggalkan Freya dan bersama Nisa, seperti yang diinginkan ayahnya.
"Maafkan aku, Ayah," bisik Tama dengan suara bergetar, tangannya meremas lembut tangan Arman. "Aku tahu ini semua karena keputusan yang aku buat, tapi aku nggak bisa ... Aku nggak bisa menikah dengan Nisa. Hati dan pikiranku sudah terlalu terikat sama Freya."
Air mata mulai menggenang di mata Tama, tetapi dia berusaha keras menahannya. Dalam hatinya, dia berdoa agar ayahnya bisa mengerti, meski dalam keadaan ini, dia tidak yakin akan ada pengampunan. Namun, yang lebih dari itu, dia hanya berharap Arman segera pulih. Dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa ayahnya, meski mereka tidak selalu sejalan dalam beberapa hal.
Freya duduk di ruang tunggu dengan tangan yang gemetar, wajahnya basah oleh air mata yang tak bisa ia tahan lagi. Setiap detik berlalu seperti menyiksa, rasa bersalah dan kecemasan terus menghantui pikirannya.
Di tengah keterpurukannya, langkah lembut terdengar mendekat. Rini, ibu Tama, menghampirinya dengan wajah penuh keprihatinan. Tanpa banyak bicara, Rini lan…
Hubungan Tak Seiman
Putus?!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments