Keluarga Nisa sudah cukup lama bersabar, terutama Rahmat, ayah Nisa, yang merasa kesal dengan keluarga Tama. Sudah berminggu-minggu Rahmat menunggu kabar dari Arman, ayah Tama, terkait pembicaraan yang mereka lakukan. Mereka pernah bertemu untuk membicarakan rencana perjodohan antara Tama dan Nisa, namun hingga saat ini, Arman belum memberikan kejelasan, seolah menunda-nunda dengan alasan yang tidak jelas.
Rahmat duduk di ruang tamu sambil memandang ponselnya yang tak kunjung berbunyi. Berkali-kali ia mencoba menahan kekesalan, tapi kini rasa itu tak bisa lagi dibendung. Baginya, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, dan menunggu tanpa kepastian seperti ini terasa sangat merendahkan.
"Ayah, mungkin mereka sibuk. Kita beri mereka waktu lagi," ujar Nisa, berusaha menenangkan ayahnya meski dalam hati ia juga mulai gelisah.
"Tapi tidak bisa seperti ini terus, Nisa! Aku sudah menunggu berminggu-minggu. Mereka yang berjanji akan menghubungi setelah pertemuan kita, tapi sampai sekarang tidak ada kabar apa pun. Apa mereka menganggap kita ini main-main?" Rahmat menggerutu, memukul meja dengan pelan, tanda bahwa ia mulai kehilangan kesabarannya.
Nisa tahu betul bagaimana ayahnya merasa sedikit terhina. Sebagai seorang pria yang menjunjung tinggi harga diri, Rahmat tidak pernah suka digantung tanpa kepastian, terutama ketika menyangkut hal-hal yang penting seperti ini.
Di sisi lain, Nisa memang tidak terlalu mengenal Tama secara personal. Ia hanya mengikuti apa yang orangtuanya anggap sebagai pilihan terbaik untuk masa depannya. Namun, semakin lama Arman dan keluarganya menunda, semakin ia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
"Ayah, bagaimana kalau kita coba bicara langsung dengan mereka lagi? Tanyakan kejelasannya secara langsung daripada terus menunggu dalam ketidakpastian," usul Nisa dengan lembut.
Dengan tekad bulat, Rahmat akhirnya memutuskan untuk menghubungi Arman dan meminta kepastian. Bagi Rahmat, harga dirinya dan keluarganya terlalu berharga untuk terus…
Hubungan Tak Seiman
Kesedihan Nisa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments