Arman melangkah dengan mantap memasuki kantor Tama. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, merasakan suasana yang asing namun akrab baginya. Arman jarang datang ke tempat kerja anaknya, tetapi hari ini ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang harus diselesaikan.
Tama, yang sedang sibuk dengan laporan di mejanya, terkejut saat melihat sosok ayahnya berdiri di ambang pintu.
"Ayah?" ucapnya heran, tidak menyangka pria itu akan datang tanpa pemberitahuan.
"Bagaimana kabarmu, Nak?" tanya Arman, suaranya terdengar lebih lembut daripada biasanya. Tama hanya mengangguk, sedikit bingung dengan perubahan sikap ayahnya yang biasanya keras dan penuh tuntutan.
Arman duduk di kursi di depan meja Tama, menarik napas panjang. "Kamu tahu, aku sudah memikirkan banyak hal belakangan ini. Tentang kamu, tentang Freya ...," Ia terdiam sejenak, seolah mencari kata-kata yang tepat. "Ayah tahu, selama ini Ayah terlalu memaksakan kehendak. Ayah ingin yang terbaik untukmu, tapi mungkin Ayah lupa bahwa kebahagiaanmu adalah yang paling penting."
Tama menatap ayahnya dengan mata terbelalak, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Apa maksud Ayah?"
Arman menatap Tama dengan mata yang tak lagi dipenuhi dengan ambisi dan ego, tetapi dengan kasih sayang seorang ayah yang akhirnya mengerti. "Jika Freya yang membuatmu bahagia, maka bawa dia ke rumah. Ayah ingin bertemu dengannya. Ayah ingin memberikan restu untuk kalian berdua."
Tama merasa seolah beban besar yang selama ini menyesakkan dadanya hilang dalam sekejap. "Ayah... terima kasih," ucapnya lirih, suaranya bergetar. Air mata hampir jatuh dari matanya, namun ia menahannya, tidak ingin menunjukkan kelemahan di hadapan ayahnya.
Arman mengangguk pelan. "Ayah minta maaf karena sudah terlalu lama menahanmu. Mungkin sudah saatnya Ayah belajar bahwa kamu sudah dewasa, dan berhak menentukan hidupmu sendiri."
Tama berdiri dan menghampiri ayahnya, memeluknya erat. Ini adalah momen yang selama ini ia harapkan, momen di mana ayahnya bisa mene…
Hubungan Tak Seiman
Kecelakaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments