Tama duduk di ruang tamu bersama ibunya, Rini. Mata Rini yang biasanya penuh kelembutan kini dipenuhi kekhawatiran. Tama baru saja mengutarakan keputusannya untuk tetap menjalin hubungan dengan Freya, meskipun ia tahu akan banyak rintangan di masa depan, termasuk perbedaan keyakinan yang selama ini menjadi isu di keluarganya.
"Ibu, aku serius dengan Freya," kata Tama, suaranya mantap meski hatinya terasa berat. "Aku tahu ini nggak mudah buat Ibu dan Ayah, tapi aku sudah memikirkannya. Aku akan menghadapi semua rintangan, apapun yang terjadi. Freya adalah orang yang aku pilih."
Rini menghela napas panjang, hatinya penuh dengan kekecewaan yang sulit ia sembunyikan. "Tama, Ibu paham kamu sayang sama Freya. Tapi perbedaan keyakinan ini bukan hal yang kecil. Kamu tahu bagaimana keluarga kita memandang hal itu. Ibu cuma takut kamu akan menyesal di kemudian hari."
Tama menatap ibunya, berusaha meyakinkan. "Bu, aku nggak akan menyesal. Aku yakin sama Freya. Kita berdua sudah sepakat untuk menghadapi semua ini bersama-sama. Ini hidupku, dan aku nggak mau memilih orang lain hanya karena takut pada perbedaan."
Rini terdiam, hatinya bercampur aduk antara ingin mendukung putranya dan ketakutan akan masa depan mereka. Sebagai seorang ibu, ia hanya ingin Tama bahagia, tetapi ia tahu bahwa jalan yang dipilih putranya penuh tantangan. Sebuah suara berat tiba-tiba terdengar dari arah pintu.
"Jadi, ini yang kamu pilih?" Suara itu milik ayah Tama, Pak Arman, yang baru saja masuk ke dalam ruangan tanpa disadari oleh Tama dan Rini. Wajahnya tampak merah karena amarah yang sudah tertahan lama.
Tama berbalik, terkejut melihat ayahnya berdiri di sana. "Ayah ... aku ..."
Arman melangkah masuk, suaranya terdengar keras dan tegas. "Kamu pikir hubungan ini akan berhasil? Kamu pikir bisa hidup bahagia dengan melawan keluarga dan keyakinan kita? Ini bukan masalah main-main, Tama!"
Tama berdiri, berusaha tetap tenang meski hatinya ikut bergolak. "Ayah, aku tahu ini sulit. Tapi aku sudah dewasa, d…
Hubungan Tak Seiman
Restu orang tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments