Leyla menghela napas panjang, seakan mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. "Tama, ini bukan hal yang mudah buatku. Tapi aku harus bilang, karena aku peduli sama Freya," ucapnya pelan, suaranya sedikit bergetar.
Tama menatapnya dengan dahi berkerut. "Apa maksudmu?"
Leyla menunduk sejenak, lalu mengangkat wajahnya, menatap Tama dengan penuh keseriusan. "Aku merasa kamu telah merebut Freya dari Tuhan-nya, Tama."
Tama terkejut, tidak menyangka mendengar pernyataan seperti itu. "Apa yang kamu maksud dengan merebut dari Tuhan?" tanyanya, masih kebingungan.
Leyla menatap Tama dengan penuh keyakinan, lalu melanjutkan, "Sejak kamu masuk ke dalam hidup Freya, aku bisa melihat ada perubahan dalam dirinya. Dia mulai menjauh dari keyakinan dan ketenangannya yang dulu. Aku tahu kamu dan Freya saling mencintai, tapi aku merasa ini salah. Maafkan aku, Tama. Ini hanya perkiraan aku saja."
Tama terdiam sejenak, merenungkan perkataan Leyla. Ia selalu mencintai Freya dengan sepenuh hati, tetapi kata-kata ini seakan membuka sisi lain yang selama ini tidak ia sadari.
Leyla menambahkan, suaranya lebih lembut kali ini, "Aku bukan ingin menyalahkan kamu, Tama. Aku hanya khawatir, mungkin ini pertanda dari Tuhan untuk Freya. Mungkin Tuhan sedang mengingatkan dia, dan kamu juga, untuk tidak saling menjauhkan dari-Nya. Aku mohon, Tama, pikirkanlah kata-kataku. Aku nggak mau melihat Freya menderita, aku ingin Freya sehat kembali."
Tama menunduk, merasa berat oleh apa yang baru saja disampaikan Leyla. Dia mencintai Freya, tapi dia juga tak ingin menjadi alasan Freya kehilangan kedamaian spiritualnya. Setelah beberapa saat, Tama mengangguk perlahan. "Aku ... aku tidak tahu. Apa yang harus aku lakukan?"
Leyla menghela napas lega, merasa sedikit lebih tenang setelah mengungkapkan isi hatinya. "Aku hanya ingin yang terbaik untuk Freya. Dan aku yakin, kamu juga begitu."
Mereka terdiam sesaat, tenggelam dalam pikiran masing-masing, sambil berharap bahwa cinta dan iman bisa…
Hubungan Tak Seiman
Tolong Freya!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments