Tama duduk di sofa, menghela napas panjang sambil memandang Freya yang duduk di seberang. Kegelisahan tampak jelas di wajahnya, dan matanya menyiratkan dilema yang membebaninya. Dia mengusap rambutnya dengan gusar sebelum akhirnya berkata dengan suara lembut, namun serius. "Sayang, aku butuh keputusan darimu."
Freya menatapnya, merasa ada sesuatu yang penting yang hendak disampaikan oleh Tama. "Keputusan soal apa?" tanyanya dengan nada hati-hati.
Tama diam sejenak, lalu menghela napas lagi. "Kamu dengar sendiri bukan ucapan Ayah dan Ibuku? Dia ... butuh bantuan. Tapi aku tidak ingin melakukannya tanpa seizinmu. Kalau kamu mengizinkan, aku akan pergi menemuinya. Tapi kalau tidak, aku akan tetap di sini bersamamu."
Freya menggenggam tangannya erat di atas pangkuan, mencoba menenangkan diri. "Kenapa Nisa bisa mencintaimu sedalam itu? Kalian bahwkan belum pernah mengobrol," tanyanya, suaranya bergetar meski dia berusaha untuk tetap tenang.
Tama menatapnya, lalu menjawab pelan, "Dia sedang dalam situasi sulit. Aku belum tahu detailnya, tapi sepertinya serius. Aku hanya merasa mungkin aku bisa membantunya, setidaknya aku bisa memberikan pengertian kepadanya, bahwa hatiku sudah menjadi milik wanita lain."
Freya terdiam, berusaha memahami dilema di hatinya. Dia tahu bahwa dia bisa menahan Tama di sini, tidak membiarkan dia pergi menjemput kenangan masa lalu. Tapi apakah itu akan adil? Bukankah dia sebagai wanita, seharusnya bisa berempati pada apa yang mungkin dirasakan Nisa? Namun, cemburu adalah perasaan yang sulit diabaikan. Pikiran bahwa Tama mungkin bertemu lagi dengan Nisa, berdua dalam sebuah percakapan yang mungkin membuka kembali luka lama, membuat dadanya terasa sesak.
"Aku tidak tahu, Sayang," Suara Freya terdengar lemah, seolah-olah kata-kata itu menyeret semua kekuatan yang tersisa darinya. "Aku tahu dia butuh bantuan, tapi aku juga merasa cemburu. Aku tak ingin kamu kembali terlibat terlalu dalam dengan Nisa."
Tama mengangguk, matanya tetap terpaku pada Freya,…
Hubungan Tak Seiman
Melihat keadaan Nisa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments