Tama membuka matanya perlahan. Pandangannya buram, langit-langit ruangan putih dengan lampu yang menyilaukan menyambutnya. Butuh beberapa detik untuk menyadari di mana dirinya berada. Bau khas rumah sakit segera menyeruak di hidungnya, dan suara mesin medis yang berdetak pelan terdengar di telinganya. Kepalanya terasa berat, raganya lemah, dan rasa sakit menjalar di tubuhnya. Namun, di tengah kabut pikirannya, hanya satu pertanyaan yang berulang-ulang menghantui, bagaimana keadaan Freya?
Tama mencoba bergerak, tangannya berusaha meraih sisi ranjang. Ia harus bangun. Ia harus menemukan Freya. Apa yang terjadi padanya? Apakah Freya baik-baik saja?
Dengan sisa tenaga, Tama mendorong tubuhnya, berusaha bangkit dari ranjang. Namun, rasa pusing segera menghantam kepalanya, dan tubuhnya hampir terjatuh. Seorang perawat yang kebetulan sedang memeriksa alat-alat di dekatnya segera menghampiri.
"Pak Tama, tolong jangan bergerak terlalu banyak!" seru perawat itu dengan nada tegas namun lembut. Ia membantu Tama untuk kembali bersandar di tempat tidur. "Anda baru saja sadar setelah kecelakaan. Tubuh Anda masih belum kuat."
"Freya ... di mana Freya?" gumam Tama lemah, matanya penuh kecemasan. Nafasnya mulai tak teratur, berusaha menyingkirkan rasa pusing di kepalanya. Dia perlu tahu bagaimana keadaan Freya.
Perawat itu menatap Tama dengan penuh pengertian, seolah-olah ia tahu betapa pentingnya pertanyaan itu. "Saya tidak punya informasi tentang siapa pun bernama Freya. Saya akan coba tanyakan kepada dokter. Tapi tolong, fokus dulu pada pemulihan Anda."
Tama mengerang frustrasi, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk melawan. Kegelisahan menggulung dalam hatinya, namun ia tak punya pilihan selain menunggu, dengan satu pikiran tetap mengisi kepalanya, Freya, apakah kamu baik-baik saja?
Tak lama setelah Tama terbangun, pintu kamar rumah sakit terbuka, dan kedua orang tuanya, Arman dan Rini, masuk dengan wajah cemas. Rini menutup mulutnya, menangis histeris saat melihat kondisi putranya y…
Hubungan Tak Seiman
antara hidup dan mati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments