"Bagaimana ini, Mas? Kita harus menghadapi keluarga Nisa sendirian," bisik Rini dengan nada khawatir sambil menatap suaminya.
Arman menghela napas berat. "Kita tidak punya pilihan, Rin. Kita harus tetap menerima mereka dengan baik. Tidak mungkin kita membatalkan pertemuan ini begitu saja."
Rini mengangguk, meskipun hatinya masih diliputi kecemasan. Ia tahu bahwa keluarga Nisa adalah keluarga terpandang, dan rencana perjodohan ini diatur oleh Arman bersama ayah Nisa, teman lama yang sudah dikenalnya sejak muda. Namun, tanpa kehadiran Tama, segalanya terasa begitu rumit.
Tak lama kemudian, bel pintu rumah mereka berbunyi. Arman bangkit dari tempat duduknya dan membuka pintu, menyambut kedatangan keluarga Nisa, Pak Rahmat, istrinya, serta Nisa yang terlihat anggun dalam balutan pakaian formal.
"Selamat datang, Pak Rahmat, Bu Rahmat, Nisa," sambut Arman dengan senyum lebar, mencoba menyembunyikan kegelisahan di balik wajah ramahnya. Rini segera mengikuti dari belakang, mengundang mereka untuk masuk dan duduk di ruang tamu.
Pak Rahmat dan istrinya tersenyum hangat, namun ada kilatan penasaran di mata mereka. Nisa, yang duduk dengan anggun, sesekali melirik ke sekeliling ruangan, mungkin mencari sosok Tama yang seharusnya hadir di pertemuan ini.
Setelah beberapa saat berbasa-basi, Pak Rahmat akhirnya bertanya, "Jadi, bagaimana kabar Tama? Kami berharap bisa bertemu dengannya hari ini."
Pertanyaan itu langsung membuat suasana menjadi kaku. Arman dan Rini saling berpandangan sejenak, mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan situasinya.
Rini mencoba membuka percakapan dengan nada hati-hati. "Sebenarnya, kami ingin minta maaf sebelumnya, Pak Rahmat, Bu Rahmat, Nisa. Tama tidak bisa hadir hari ini karena ... pekerjaan yang mendadak."
Pak Rahmat mengangguk, meskipun ekspresi wajahnya menunjukkan kekecewaan yang samar. "Oh, saya mengerti. Pekerjaan memang kadang tak bisa ditinggalkan. Tapi, pertemuan ini penting juga untuk kedua keluarga, terutama bagi Nisa dan Tama."
Nisa…
Hubungan Tak Seiman
Tamparan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments