Sementara itu, di rumah Nisa, suasana menjadi tegang. Nisa terbaring lemah di tempat tidurnya, wajahnya pucat dan matanya kosong. Sudah beberapa hari dia jatuh sakit, dan kondisinya semakin memburuk. Pikirannya terus-menerus terfokus pada Tama, cinta yang tak kunjung mendapat balasan. Kesedihan yang begitu mendalam membuat Nisa kehilangan selera makan, dan kini kesehatannya mulai terancam.
Kedua orang tuanya, yang melihat keadaan Nisa semakin memburuk, mulai panik. Mereka mencoba berbagai cara untuk membujuknya makan, tapi Nisa menolak.
"Nisa, kamu harus makan, Nak. Kamu akan semakin sakit kalau begini," kata ibunya dengan suara penuh kekhawatiran.
Namun, Nisa hanya menggeleng lemah, air mata mengalir di pipinya. "Aku tidak mau, Bu. Aku sudah tidak punya alasan untuk bertahan …," gumamnya, suaranya nyaris tak terdengar.
Ayahnya yang selama ini tegar, kini hanya bisa duduk di sudut ruangan, merasa tak berdaya melihat putrinya menderita. Mereka tahu Nisa mencintai Tama, tapi tidak tahu bagaimana mengatasi kesedihan yang begitu besar ini. Ketakutan akan kesehatan Nisa semakin menghantui mereka, namun tak ada yang tahu cara membuat Nisa kembali kuat.
Melihat kondisi Nisa yang semakin memburuk, ibunya tak bisa lagi menahan rasa putus asanya. Dengan suara bergetar, dia berkata kepada suaminya. "Kita tidak bisa biarkan Nisa terus seperti ini. Kamu harus melakukan sesuatu. Tolong, temui Arman dan minta dia berbicara dengan Tama. Hanya Tama yang mungkin bisa menyelamatkan Nisa sekarang."
Ayah Nisa, yang sudah terlihat sangat cemas, awalnya ragu. Namun, setelah melihat penderitaan putrinya, dia akhirnya mengangguk. "Baik, aku akan mencoba bicara dengan Arman. Semoga dia mau membantu," jawabnya dengan berat hati.
***
Arman baru saja menutup teleponnya ketika Rini, yang memperhatikan suaminya dari tadi, mendekat dan bertanya dengan nada khawatir. "Apa yang terjadi, Mas? Siapa yang baru saja menelepon?"
Arman menghela napas panjang, wajahnya terlihat tegang. "Itu ayahnya Nisa,"…
Hubungan Tak Seiman
Jatuh sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments