Bab 9. Perdebatan kecil

"Kenapa kamu tidak bilang kalau gangnya sempit." Mas Erik menggerutu setelah keluar dari mobil.

"Salah siapa Mas Erik tidak bertanya." Balasku tak kalah kesal dan berjalan menuju rumah saudara Dila yang ada di dalam gang. Mobil Mas Erik harus diparkiran di seberang gang karna jalannya tidak bisa dilewati mobil. Itu sebabnya aku menyuruh Bintang mengantarku menggunakan motor agar bisa sampai di depan tempat acara.

"Kamu serius bicara seperti itu?" Nada bicara Mas Erik terdengar lebih kesal dari sebelumnya. Mau tidak mau, aku menghentikan langkah dan berbalik badan.

Bisa terlihat raut wajah Mas Erik tampak tidak bersahabat. "Lalu aku harus bicara bagaimana mana? Memang benar kan Mas Erik tidak bertanya. Harusnya Mas Erik tanya dulu. Lagipula aku juga tidak minta di antar. Sudah benar tadi Bintang saja yang mengantarku."

Dengan sedikit kesal, aku beranjak dari hadapan Mas Erik. Sengaja aku melebarkan langkah menuju gang di depan sana. Kedatangan Mas Erik malah membuatku tidak tenang, ada saja hal yang membuat ku kesal dan menguras energi.

Aku sudah kelelahan berjalan tapi rumah saudara Dila belum terlihat juga. Terakhir aku datang kesana sekitar 1 tahun yang lalu dan rasanya tidak sejauh ini.

Langkah kaki Mas Erik terdengar semakin dekat, tapi dia tidak bicara apapun sejak memasuki gang. Aku menoleh sekilas karna penasaran. Siapa tau Mas Erik diam-diam sedang mengumpat tanpa suara di belakangku. Tapi saat aku menoleh, Mas Erik masih santai berjalan di belakangku sambil memainkan ponselnya.

"Kamu yakin ini gangnya? Kenapa jalannya sepi." Ujarnya. Suara berat itu sempat membuatku terkejut, aku pikir Mas Erik tidak melihat saat aku menoleh kebelakang karna dia sedang fokus pada ponselnya, ternyata masih bisa melihatku dengan mata tajamnya.

"Mas Erik mau bilang kalau aku salah gang? Aku sudah sering main ke rumah saudara Dila, mana mungkin salah jalan." Jawabku sedikit kesal. Tamu bulanan kali ini sepertinya ingin aku meluapkan emosi. Biasa aku tidak pernah se sensitif ini…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Amel_

Amel_

bulan harus kuat ngadepi laki kayak Erick , klu mmg ingin bertahan dgn status pernikahan spt ini mau gak mau harus ttp jaga hati , buka pertemanan sebanyak2nya sibukkan hari2mu dgn bekerja dan berteman , tp klu mmg sdh lelah dan ingin menyerah maka cepat tinggalkan cepat selesaikan , menjaga kewarasan kita jauh lebih berharga

2024-12-14

6

Iin Yuliana

Iin Yuliana

ᥡg ძі ⍴һ⍴ іᥒ sі ᑲᥙᥣᥲᥒ k᥆kk ᥲkᥙ ᥡg ᑲᥲ⍴ᥱr һᥱძᥱᥱᥱһһһ 🙈᥆іᥡᥲ kᥲrᥲk𝗍ᥱr sі ᥱrіᥴ іᥒі kᥙ kіrᥲ mіrі⍴ ᥊ᥲᥒძᥱr 𝗍ᥱrᥒᥡᥲ𝗍ᥲ gk... mgkᥒ ᑲᥱძᥲ kᥲs𝗍ᥲ kᥲᥣі ᥡᥲᥲ ȷძі ᥊ᥲᥒძᥱr ȷᥲᥙһ ᥣᑲһ ძіᥒgіᥒ ძᥲᥒ ᥲᥒgkᥙһ

sᥡᥙᥙkᥲᥲᥲᥲ smᥲ ᥴᥱr𝗍ᥲᥒᥡᥲᥲᥲᥲ ❤❤sᥱkᥱᑲ᥆᥆᥆ᥒᥒ ᑲᥙᥲ𝗍 kᥲk іᥴһᥲ 😘

2024-12-14

1

Aan

Aan

chapter ini bikin aku happy Thor
lucu juga melihat sepasang suami istri pura2 lagi bertengkar tipis2. Jadi ingat rumah tangga sendiri hahahahahahaha hahahahahaha hahahahaha hahahahaha

2024-12-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!