Aku dan Mas Erik baru keluar dari kamar pukul setengah 7. Meja makan sudah penuh dengan berbagai masakan. Mama terlihat tersenyum lebar dan mengajakku duduk. Aku sama sekali tidak diijinkan membantu menyiapkan makanan, tapi Mama malah terlihat senang-senang saja. Dia malah bertanya kenapa aku sudah turun, padahal belum di panggil.
"Erik, kenapa kamu berdiri saja? Sini duduk!" Mama menarik kursi di sebelahku untuk Mas Erik.
Tanpa berkomentar, Mas Erik langsung duduk di sebelahku. Sementara itu, Mama duduk di depan kami.
"Ayo makan yang banyak. Bik Asih makan di belakang, tadi sudah Mama ajak makan bersama tapi tidak mau." Ujar Mama.
"Bik Asih memang begitu Mah, katanya tidak sopan."
Mama mengangguk-angguk. Bik Asih juga pasti sudah mengatakan alasannya pada Mama.
"Sini piringnya, biar Mama ambilkan." Mama sudah mengulurkan tangan untuk meminta piring ku, tapi langsung aku tolak. Mana mungkin aku membiarkan Mama mertuaku mengambilkan makanan ku. Sangat tidak sopan, walaupun Mama. sendiri yang menawarkan.
"Ya sudah, biar Mama ambilkan punya Erik saja. Sini piring kamu." Mama beralih pada Mas Erik, tapi Mas Erik juga menolak.
"Aku mau di ambilkan Bulan saja." Jawaban Mas Erik cukup membuat emosiku sedikit naik walaupun belum sampai 10%. Entah apa maksudnya dia ingin aku yang mengambilkan makanannya. Jangankan ingin di ambilkan, dulu makan satu meja dengan ku saja sangat jarang.
"Sayang, tolong ambilkan nasinya. Tidak usah banyak-banyak." Suara lembut Mas Erik cukup membuat telingaku sakit dan ada sedikit rasa mual-mualnya. Sayang katanya? Pria itu benar-benar pandai berkamuflase menjadi suami sok romantis.
Tidak mau membuat Mama curiga, apalagi Mas Erik sudah menyodorkan piring di depan ku. Aku terpaksa mengambilkan nasi untuk Mas Erik. Tentunya tanpa menunjukkan ekspresi kesal karna saat ini Mama sedang senyum-senyum memperhatikan kami. Entah apa yang Mama pikirkan tentang rumah tangga ku dengan Mas Erik.
"Tolong sekalian ambilkan lauknya ya,," Pintanya dengan wajah ta…
Sinar Rembulan
Bab 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments
Aan
pasti tapi pelan, Erik sekuat segala cara ingin membuat Bulan luluh dan bisa mema'afkan, apa boleh seyakin ituh....
Gak lah..... perlu proses panjang dan lama bagi bulan mau menerima Erik sbg suaminya yg notmal. skrg rumah tangga yg dijalani Bulan msh dianggap tdk normal saja.
2024-12-27
1
Aan
pasti tapi pelan, Erik sekuat segala cara ingin membuat Bulan luluh dan bisa mema'afkan, apa boleh seyakin ituh....
Gak lah..... perlu proses panjang dan lama bagi bulan mau menerima Erik sbg suaminya yg notmal. skrg rumah tangga yg dijalani Bulan msh dianggap tdk normal saja.
2024-12-27
1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
enak banget kalo semua masalah akan kelar dengan kata maaf .....dah numpuk noh gerombolan orang tanpa dosa ...
2024-12-27
2