"Bulan, bangun,," Samar-samar suara itu terdengar berkali-kali. Aku yang masih mengantuk terpaksa membuka mata. Tampak Mas Erik berdiri di samping ranjang. "Sudah subuh, kamu sholat tidak?" Tanyanya.
Aku mengangguk pelan, masih berusaha mengumpulkan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul. Sedangkan Mas Erik beranjak ke kamar mandi. Aku mengambil ponsel dan melihat sudah pukul 4.30. Bisa-bisanya aku tidak mendengar alarm. Padahal sudah aku setting pukul 4 pagi.
Mas Erik keluar dari kamar mandi. Wajah dan rambut bagian depannya terlihat basah.
"Tidak ambil wudhu? Kita sholat berjamaah." Ujarnya tanpa menatap ke arahku. Tangannya sibuk meraih sajadah di atas nakas lalu menggelarnya di lantai.
"Mas Erik duluan saja." Tolak ku. Selama 3 bulan menikah, kami tidak pernah sholat berjamaah. Dulu setelah menikah dan masih tinggal di rumah Bapak, setiap subuh aku selalu bangun lebih awal dan baru membangunkan Mas Erik setelah aku selalu sholat. Aku rasa sholat berjamaah dengan Mas Erik tidak perlu aku lakukan selama menjadi istrinya. Mungkin ini terdengar salah, tapi pernikahan kami tidak sebaik itu sampai harus menciptakan kegiatan bersama yang mungkin hanya akan menjadi kenangan di kemudian hari.
"Hanya sholat berjamaah, kamu juga keberatan?" Tanyanya dengan tatapan menelisik.
Aku menarik nafas dalam-dalam. Masih sepagi ini tapi kesabaran ku sudah di uji.
"Aku sebenarnya tidak ingin kita selalu memperdebatkan hal-hal sepele, tapi sikap Mas Erik memancingku untuk berdebat." Aku menghela nafas berat. Entah sampai kapan harus menjalani pernikahan yang menguji kesabaran ini. Jika aku yang mengajukan perceraian, maka aku yang akan terlihat salah di depan semua orang dan keluarga. Apalagi Mas Erik dikenal pria baik-baik, peduli pada keluarga dan bertanggungjawab.
"Tolong jangan buat seolah-olah aku yang tidak menginginkan pernikahan ini. Pernikahan kita hanya sebatas status kan? Aku bahkan masih ingat saat Mas Erik memperingatkan ku agar tidak berharap pada pernikahan ini. Jadi…
Sinar Rembulan
Bab 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments
Iin Yuliana
ძᥲsᥲr sі ᥱrіᥴ mᥲіᥒ ᥒᥡ᥆s᥆r ᥲȷᥲ... ⍴ᥲᥴᥲr ᥣ᥆ᥱ 𝗍ᥙ ძі ⍴ᥲᥕᥲᥒgіᥒ ᥒ𝗍r kᥣ᥆ 𝗍ᥲᥙ 𝗍ᥲᥒ𝗍rᥙms ⍴ᥙᥣᥲ 😏
mᥲᥲһһһ... ᥱrіᥴ msһ ⍴ᥲᥴᥲrᥲᥒ smᥲ ᥴᥱᥣіᥒᥱ mᥱrᥱkᥲ ᑲᥣm ⍴ᥙ𝗍ᥙs mᥲһ... mᥲᥣᥲһ sძһ ᑲᑲr⍴ᥲ kᥲᥣі ძ𝗍g kᥱ rmһ.,ᥲkᥙ ᑲᥒ𝗍ᥙіᥒ ᥒgᥲძᥙ ᑲᥙᥣᥲᥒ 👌😉🤫
mᥙძᥲһᥲᥒ mᥲmᥲһ ᑲᥱᥣᥙm ⍴ᥣg ᥴᥱᥣіᥒᥱ 𝗍іᑲᥲ² ძ𝗍g ᥣgі.. ᥲᥙ𝗍᥆ ⍴ᥱrᥲᥒg ძᥱһһ,, mᥙmᥱ𝗍² ძᥲһ ᥣ᥆ᥱ rіᥴ 🤣🤣
2024-12-23
1
Eka ELissa
mulut Erik lemez bgt melebihi mulut gibah tetangga bulan ...kmu hrus ksih tau kbohongan Erik bulan TPI GK dgn mulut mu biar dia tau tu ibu BP nya klakuan cinting ank nya yg kyaknya alim pdhal knji lboot
2024-12-22
2
Aan
Hahahahaha..... mama bukan orang bodoh Lan..... yg tidak bisa melihat pernikahan anaknya sedang tdk baik2 saja Lan....
Mohon bersabar... ini ujian.....
2024-12-22
0