Bab 47

Bulan sedang membereskan meja kerjanya ketika Lea dan yang lainnya datang. 3 orang itu berdiri didepan meja kerja Bulan. Mengamankan Bulan agar tidak pulang begitu saja. Sore ini mereka sudah ada acara, ada salah satu teman kerja yang berulang tahun hari ini dan mengajak makan bersama sepulang kerja. Tadi siang Bulan sempat menolak, beberapa mereka mendesak dan Bulan mengatakan akan meminta ijin dulu pada Erik.

Jika sebelumnya Bulan tidak perlu meminta ijin saat beraktivitas di luar, sekarang dia mulai membiasakan diri untuk meminta ijin setiap akan melakukan kegiatan di luar rumah.

Melupakan soal perlakuan Erik di awal-awal pernikahan, Bulan berusaha menerima dan tidak menyimpannya sebagai dendam. Selagi Erik mau berubah, menunjukkan bahwa dia serius memperbaiki semuanya, Bulan dengan senang hati memaafkan dan menerima. Manusia memang tempatnya salah kan? Bulan hanya memberikan kesempatan kedua.

"Mbul, kamu bisa ikut kan?" Tanya Lea.

"Harus bisa. Kalaupun tidak, akan kita paksa!" Seloroh Nia bercanda.

Bulan geleng-geleng dengan kelakuan teman kerjanya. "Aku tidak bisa lama-lama, jama 6 harus pulang." Jawabnya.

"Tidak masalah, yang penting bisa ikut. Let's go!" Lea menarik tangan Bulan dan membawanya keluar. Orang-orang menyusul di belakang dan sebagian sudah turun ke bawah.

Restoran di seberang perusahaan menjadi pilihan agar tidak memakan waktu di perjalanan. Ada 15 orang yang bergabung, termasuk Andra, manager di divisi mereka.

Pria dan wanita bergabung di meja yang sama. 3 meja dijadikan satu agar cukup menampung semuanya. Orang-orang duduk secara acak. Disisi kiri Bulan ada Nia dan disisi kanannya ada Andra. Bulan sempat kaget melihat Andra duduk disebelahnya, tapi satu-satunya kursi yang saat itu kosong hanya disebelah kanannya, tepat di ujung meja.

"Nanti pulang bareng siapa?" Andra bertanya pelan. Sangat pelan, seolah tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya selain Bulan.

Sambil menoleh, Bulan tersenyum kaku. "Pakai taksi Pak."

"Bareng saya saja, kebetul…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Sugianto

Sugianto

padahal pas baca hampir pertengahan,,nih imajinasi saya gini,,mbul GK sengaja ngelihat Erik barengan sama mbak mantan,,dan kecewa,,,lha kebalik,,yg marah Erik🤣
kalo suami cemburuan itu emang diluar nalar mbul,,biar perginya sama anak nih,,,pasti ada aja celah buat ngomel,,biar anak udah bilang,,aku tuh kluar kelas jam sgini yah,,dan masih jajan,,ayahnya tetep ngambek🤣🤣🤣

2025-01-23

1

NaDira

NaDira

Harusnya bulan tetap pada oendiriannya, kabari Erik kalau terlambat pulang karena taksinya lambat datang.. Ah, tapi itu kan hanya angan pembaca bawel ini..
Alurnya sih tetep terserah ke ka Icha.. 😁

2025-01-23

3

Kotin Rahman

Kotin Rahman

cmburu boleh rik tpi gak bgtu jga konsepnya......sdikit sopanlah pda pak Andra dan dengn sikap kmu yg sprti itu nti mlah bikin bulan ilfil lho ama kmuu......prkataan kmu itu seolah mngagap bulan gampangan gtu dan bisa bikin sakit hati bulan.....cinta posesif tpi jga harus tahu tmpat dan adabnya yo Rikk gak asal bgtuu 😳😳😳😳😳😳

2025-01-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!