Serapuh itu Bulan setiap kali melihat kondisi Bapaknya yang berbaring lemah dengan penuh luka di tubuhnya. Padahal dari rumah dan sepanjang perjalanan, tidak ada tanda-tanda Bulan menunjukkan kesedihannya didepan Erik. Namun begitu memasuki ruang rawat inap dan melihat Bapaknya, air mata Bulan lolos begitu saja tanpa bisa dibendung.
Kini Bulan sedang menangis sambil memeluk Bapaknya di atas brankar. Pak Abdul sudah berkali-kali menenangkan putrinya dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja, dengan tujuan agar Bilan berhenti menangis. Namun tangis Bulan tak kunjung mereda.
"Lain kali Bapak jangan pergi sendirian kalau pakai motor. Kan ada Bintang Pak, suruh Bintang saja anterin Bapak." Bulan bicara dengan suara tercekat disela isak tangisnya.
Pak Abdul mengusap-usap punggung putrinya dengan sayang. "Kita tidak pernah tau kapan datangnya musibah. Padahal Bapak sudah hati-hati dan mematuhi tata tertib berkendara. Tapi jika Allah sudah berkehendak, apapun bisa terjadi, Bapak pasti akan lebih hati-hati lagi setelah kejadian ini. Sudah jangan menangis terus. Lihat suamimu, dia sampai heran melihat kamu terus-terusan menangis." Lirihnya. Pak Abdul menatap ke arah Erik yang tengah duduk di sofa bersama Bintang.
Sejak tadi Pak Abdul memperhatikan menantunya yang tidak pernah beralih menatap Bulan. Ekspresi wajahnya terlihat iba sekaligus khawatir. Tapi sejujurnya hal itu membuat Pak Abdul senang, karna Erik terlihat tulus pada Bulan.
Bulan segera mengalihkan pandangannya saat tatapan matanya bertemu dengan Erik. Tadi Bulan reflek mengangkat wajah untuk melihat Erik lantaran Bapaknya membicarakan
"Sudah jangan nangis lagi, malu sama Erik." Ujar Pak Abdul mengejek dan sempat-sempatnya terkekeh pelan sembari menahan sakit karna luka kecelakaan.
Bula mengangguk, dia menghapus air mata di wajahnya dan berusaha untuk tersenyum. "Bapak harus banyak makan dan istirahat supaya cepat sehat. Lusa Bulan sudah harus kembali ke Jakarta."
"Ada Ibu mu yang selalu merawat Bapak, kamu jangan kh…
Sinar Rembulan
Bab 39
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments
Iin Yuliana
kᥣ᥆ ᥲძᥲ ᥡg ᑲᥲᥒgᥙᥒ ძᥲᥒ mᥱᥒggᥲᥒȷᥲᥣ... 𝗍ᥣg ძі 𝗍іძᥙrkᥲᥒ ᥡg ᑲᥙᥣᥲᥒ, mᥲᥙ kᥲ⍴ᥲᥒ ᥣgі kᥲmᥙ mᥱᥒᥙᥒძᥲ krᥒ ᥙrᥙsᥲᥒ rᥲᥒȷᥲᥒg ȷg ᑲᥱr⍴ᥱrᥲᥒ ᑲᥱsᥲr ᥙᥒ𝗍ᥙk kᥱһᥲrm᥆ᥒіsᥲᥒ rᥙmᥲһ 𝗍ᥲᥒggᥲ,ᥲ⍴ᥲᥣᥲgі kᥲᥣіᥲᥒ mᥲsᥲ PDKT һᥲrᥙs rᥲȷіᥒ 🤭sძһ һᥲᥣᥲᥣ ᥣᥲᥒ ᥡg ძᥙkᥙᥒg ᑲᥡk
ᑲіᥲr ᥴ⍴𝗍 ᥲძᥲ ᥱrіᥴ ȷᥙᥒі᥆r,😁😁😁🤭
2025-01-16
1
Kotin Rahman
proyeeekk.....di kira bangunan kali yaa.....ada" aja kmu Rik Erik.....skrg aja loo maunya nempel trus cba kemarin msih ada Celine.....Bulan cuma jdi byangan doang......rasain skrg bucin to kmu 🤪🤪🤪🤪
Kak Icha knpa skrg punya tengah mlem Mulu ya.....opo nyari wangsit dluu 🤣🤣🙏🙏🙏🙏
2025-01-16
1
🛵 ve spa
Semoga proyeknya goll mas Erik 😎
2025-01-16
1