Bab 42

Erik sudah seperti bayi koala yang menempel di punggung induknya. Tidak hanya tangan yang melingkar di perut Bulan, namun satu kakinya juga ikut mengapit Bulan ke dalam pelukannya. Momen dimana Bulan kembali mengijinkan Erik untuk memeluknya, digunakan sebaik mungkin oleh Erik tanpa berniat menyia-nyiakan waktu yang ada.

Bulan layaknya guling empuk dan hangat yang mampu membuat Erik betah memeluknya erat-erat. Hatinya dipenuhi bunga yang bermekaran hanya karna diijinkan memeluk istrinya. Apalagi jika diberi kesempatan untuk berbuat lebih.

Alih-alih terlelap setelah melakukan perjalanan dari Bandung ke Jakarta, bahkan kurang tidur selama berada di Bandung, dua sejoli itu malah masih terjaga hingga pukul 12 malam. Sudah 1 jam setengah mereka berada dalam posisi seperti itu, saling diam, memejamkan mata namun tidak tertidur. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Bulan,," Panggil Erik lirih. Dia tau istrinya belum tidur walaupun tidak ada pergerakan dalam pelukannya sejak tadi.

Bulan yang tengah memejamkan mata, kini mengerjap dan menyahut.

"Hmm,, kenapa?" Suaranya pelan. Dia sebenarnya sudah mengantuk, hanya saja belum bisa tidur.

Erik membuat gerakan lembut naik turun di permukaan perut bulan yang berbalut baju tidur lengan pendek. Kemarin saat di Bandung, Bulan belum berani memakai baju lengan pendek di depan Erik, hanya hijabnya saja yang dilepas. Sekarang dia terlihat membiasakan diri untuk memperlihatkan lekuk tubuhnya pelan-pelan.

"Kapan kamu siap memberikan hak ku?" Tidak berbasa-basi dulu, Erik langsung bertanya ke intinya. Tidak ada malu-malunya, padahal hubungan mereka baru akan dimulai. Erik yang memang sudah serius ingin memperbaiki pernikahannya dan sudah membayangkan memiliki keluarga kecil bersama Bulan, memilih untuk tidak berbasa-basi agar semuanya berjalan dengan cepat.

Bulan mendadak tercekat, tenggorokannya tiba-tiba mengering dan merasa butuh banyak air minum agar bisa menjawab pertanyaan Erik. Perlahan, Bulan menyingkirkan tangan Erik di p…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Sugianto

Sugianto

manja,,bukan berarti melupakan adab iya kan,,,pintar juga demikian,, merasa bisa,,merasa lebih dari orang yg di ajak bicara,,kalimatnya kadang nylekit,,g peduli orang lain kecewa sakit hati,,,katanya memang pembawaannya gitu,,,GK habis fikir dengan orang2 yg demikian,,,maaf curhat🤭

2025-01-18

4

Eka ELissa

Eka ELissa

pacaran dulu lah ya ...kn kmu kmrin udh bikin benteng tembok cina di awal nya jdi pelan2 bikin bulan jatuh cinta bgt dgn mu Erik

2025-01-18

4

Kotin Rahman

Kotin Rahman

manja tpi harus lihat situasi jga sopan santun.....namanya ponakan udh dewasa pula gak harus bgtu jga Rachel brgelondatan ama pria dewasa itu bahkan udah br istri.....pling tidak hargai istrinya saudaramu Chel Rachel 🙄🙄🙄🙄🙄

2025-01-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!