Aku meletakkan guling di tengah-tengah ranjang sebagai pembatas di antara aku dan Mas Erik. Sebenarnya pembatas itu tidak terlalu berguna karna ukuran ranjangku tidak besar. Jika bergeser ketengah sedikit saja, maka akan bersentuhan. Meski begitu, setidaknya Mas Erik bisa mengerti kalau aku serius ingin menjaga jarak.
Mas Erik hanya memperhatikan ketika aku meletakkan guling kedua, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Tidak sekalian kamu pasang dinding di tengah-tengah?" Ledeknya dengan wajah datar.
"Seandainya bisa, aku ingin membelah ranjang ini menjadi dua!" Sahutku malas. Aku segera berbaring dan memunggungi Mas Erik.
Mas Erik malah tertawa kecil. "Butuh bantuan?" Ujarnya sambil menahan tawa. Aku berbalik dan menatapnya kesal. Bisa-bisanya dia tertawa, padahal aku serius.
"Mas Erik pikir aku sedang bercanda?"
"Hanya terdengar lucu." Sahutnya. "Kalau kamu tidak nyaman, aku bisa tidur di lantai. Ada bedcover tidak?" Tanyanya seraya bangun dari ranjang.
"Tidak tau, coba saja cari di lemari paling bawah." Aku menarik selimut sampai menutupi kepala meskipun masih memakai kerudung. Mataku sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Aku juga tidak mau tau malam ini Mas Erik mau tidur di ranjang atau di lantai, asal tetap menjaga jarak denganku.
...*****...
Aku terbangun di sepertiga malam. Mungkin karna sudah menjadi rutinitas, jadi meski tanpa alarm, aku terbangun dengan sendirinya. Sejak dulu aku selalu memohon dan mengadukan apapun pada sang pencipta di sepertiga malam. Disaat sebagian banyak orang mungkin tertidur pulas, aku menengadahkan tangan dan duduk di atas sajadah. Tidak ada yang lebih menenangkan selain memanjatkan doa.
Terkadang kita lupa bahwa semua yang kita miliki tidak pernah lepas dari campur tangan sang pencipta, lalu melupakan begitu saja apa seharusnya menjadi kewajiban kita.
Malam ini aku tidak bisa menggelar sajadah karna masih kedatangan tamu bulanan. Aku berbalik badan ingin mengubah posisi tidur, seketika ingat dengan Mas Erik ketika melihat guling m…
Sinar Rembulan
Bab 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments
Iin Yuliana
ᥱrіᥴ іᥒі gᥲᥣᥲᥙ ᥒᥡᥲ ᥒgᥲȷᥲk² ᥣ᥆һһ... kі𝗍ᥲ ᥒіһһ ⍴ᥲrᥲ mᥲkkk² ȷძі іkᥙ𝗍ᥲᥒ ᑲіᥒgᥙᥒgᥒᥡᥲ 🤔 gk mᥱs𝗍і ⍴ᥲᥴᥲr і𝗍ᥙ һᥲrᥙs ᥒіkᥲһ smᥲ kі𝗍ᥲ rіᥴ gᥲk mᥱs𝗍і ⍴іᥣіһᥲᥒ ᥆r𝗍ᥙ і𝗍ᥙ ᑲᥙrᥙk, mᥱrᥱkᥲ ⍴ᥲs𝗍і іᥒgіᥒ ᥡg 𝗍ᥱrᑲᥲіk ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲᥒk² ᥒᥡᥲ ᑲᥲһkᥲᥒ ᥙᥒ𝗍ᥙk mᥱᥒძіძіk ᥴᥙᥴᥙ ᥒᥡᥲ ȷძі ᥲᥒᥲk ᥡg s᥆ᥣᥱһ s᥆ᥣᥱһᥲһ... іᥒgᥲ𝗍!!! іᑲᥙ і𝗍ᥙ mᥲძrᥲsᥲһ ⍴ᥱr𝗍ᥲmᥲ ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲᥒᥲk² ᥒᥡᥲ... ძᥲᥒ ⍴іᥣіһᥲᥒ ȷᥲ𝗍ᥙһ ⍴ᥲძᥲ ᑲᥙᥣᥲᥒ 🥰
2024-12-17
5
As Lamiah
ya begitulah hidup adalah pilihan yg harus dipilih memilih pasangan pun harus hati hati karna yg baik menurut kita belum tentu baik untuk kita dan pilihan orangtua menurut kita buruk belum tentu buruk nah itu yg lagi dialami Erik nih semoga Erik bisa mengambil hikmah di semua kejadian yg di alaminya
2024-12-18
1
Eva Karmita
entah apa yg ada dalam isi kepala mu Rik, kenapa hidupmu kau persulit sendiri , sudah ada yg halal tapi masih aja mempertahankan yg haram 😤 coba buka matamu yg lebar Rik lihatlah siap wanita yang tulus mencintaimu jangan jadi buta karena cinta mu yg bodoh itu , lebih baik hidup dgn yg seiman dari pada hidup tak direstui ortu
2024-12-18
0