Tokk,,tokk,,tokk
"Bulan, sudah siap belum?!"
Aku menoleh ke arah pintu yang di ketuk dari luar. Tanpa menjawab, aku yang baru selesai memakai kerudung bergegas beranjak dari depan meja rias untuk membuka pintu.
Mas Erik berdiri tepat di depan pintu kamarku, dia bergeser bagitu aku keluar. Sekilas, dia tampak memperhatikan ku.
"Tidak membawa baju ganti?" Tanyanya.
Pertanyaan Mas Erik membuat ku menghela nafas berat. Dia itu sebenarnya lupa dengan perjanjiannya sendiri atau bagaimana. Untuk kedua kalinya aku dibuat kesal dengan permasalahan yang sama. Entah harus berapa kali aku menjelaskan padanya.
"Sebenarnya aku sedang malas bicara panjang lebar. Mas Erik ingin aku menjelaskan berapa kali supaya paham?!" Tanyaku penuh penekanan. Jujur aku sudah malas membahas rumah tangga kami. Seharusnya semuanya sudah jelas dan tidak perlu ada yang diperjelas lagi.
Mas Erik tampak berfikir sebelum membuka suara. "Aku tidak bisa menolak permintaan Mama, tolong kali kita turuti dulu permintaannya. Di kemudian hari, aku akan mencari cara agar kita tidak perlu menginap." Jelasnya.
Aku terkekeh. Dia tidak bisa menolak permintaan Mama saat menyuruh kami menginap, tapi tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya meski sudah ditentang berkali-kali. Seharusnya menolak untuk menginap bukan perkara yang sulit.
"Jangan jadikan Mama sebagai alasan. Ini bukan tentang tidak bisa menolak, tapi bagaimana Mas Erik bisa menjelaskan pada Mama. Mama juga tidak akan memaksa kita menginap kalau kita memberikan alasan yang masuk akal." Aku hampir kelepasan bicara dengan nada tinggi karna merasa lelah harus mempermasalahkan hal yang sama.
Aku menarik nafas dalam-dalam. Ternyata ujian pernikahan ku terletak pada kesabaran yang terus di uji dengan perdebatan.
"Mas Erik menolak satu kamar dengan ku di rumah ini, jadi aku juga berhak menolak satu kamar dengan Mas Erik dimana pun. Termasuk di rumah Mama dan Ibu. Tolong jangan di interupsi, karna aku juga menerima keputusan Mas Erik tanpa memprotes." Pintaku mem…
Sinar Rembulan
Bab 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments
Iin Yuliana
ᥱrіᥴ kᥡk ᥲᑲᥱgᥱ gᥲᥣᥲᥙ ᥲȷᥲ... mᥲsᥲ kᥲmᥙ kᥲᥣᥲһ sᥲmᥲ ᥲgᥙs rіᥴ "𝖿іsіk ᑲіsᥲ ძі rᥙᑲᥲһ mᥲ𝗍ᥱrі ᑲіsᥲ ძі ᥴᥲrі, ᥡg 𝗍ᥙᥣᥙs gk ძ𝗍g 2᥊" 😘😘😉 𝗍ᥲm⍴ᥣіᥒg "ᥱrіᥴ" іᥒі ᑲ᥆s 🤣🤪✌kᥲ𝗍ᥲ² m᥆𝗍і᥎ᥲsі іᥒі rіᥴ... ᥲ⍴ᥲᥣgі kᥲmᥙ "⍴ᥱr𝖿ᥱᥴ𝗍" ⍴s𝗍 ᑲіsᥲ ᥣᥲᥲһһһ... sᥱmᥲᥒgᥲᥲᥲ𝗍 💪💪💪
2024-12-20
3
Eva Karmita
kamu hebat ya Rik pintar berkamuflase , Rik kamu lama' kok mirip bunglon pintar beubah ubah sama mbak bul lain depan keluarga mu lain tambah di depan pacarmu lain lagi hebat ya , semoga aja kamu ngk menyesal nanti pas mbak bul benar" udah muak dan pengen pisah sama kamu dan kamu baru menyadari betapa berharganya istrimu itu
2024-12-20
0
Aan
Berdebat sama suami juga butuh energy
Salad buah pilihan yg tepat
Si masnya pengertian juga ya
Bul... habiskan salad buahnya, di rumah mertua kamu butuh lebih banyak kalori utk bertarung kalimat sama Si mas plinplan
2024-12-20
1