"Siapa tadi?" tanya ayah Ahmad pada Hasna, usai sholat mereka turun bersamaan ke lantai satu.
"Gak tahu yah! Penumpang di mobil lain mungkin ayah." jawab Hasna asal, karena memang dirinya juga tidak tahu. Ayah Ahmad hanya ber Oh saja.
"Beli cemilan dulu untuk di mobil, sama buat oleh-oleh." ucap ayah Ahmad lagi.
"Sudah ada oleh-oleh yang dibawakan kak Hana ayah! Ayah mau beli apa kah?" tanya Hasna siap membelikan cemilan untuk di mobil.
"Beli tango, atau biskuit, atau roti saja lah." jawab ayah memberi pilihan. Hasna mengangguk lalu melangkah meninggalkan ayah yang hendak ke mobil.
"Mau beli apa de?" tanya pemilik warung.
"Tango satu, gandum, dan biskuit roma kelapanya satu kak. Semua berapa?" tanya Hasna ramah meski tanpa senyum.a
"Semua dua puluh ribu de." jawabnya santai. Hasna pun membayar tanpa pikir panjang, karena memang jika di tempat seperti itu atau dalam perjalanan akan mahal harga kue-kuenya.
"Terima kasih kak." ujar Hasna setelah dikasih kantongan untuk tempat cemilannya. Dia melangkah melihat ke arah ayahnya di tempat tadi tidak ada. Dia menuju mobil, benar saja ayah menunggunya disana.
Mobil melaju dengan kecepetan kencang karena sedang lenggang. Beberapa jam kemudian mereka telah tiba di tempat tujuan. Tepat pukul 02.00 dini hari Ayah dan Hasna mengetuk pintu rumah keluarganya di kampung PP.
"Assalamu'alaikum. Permisi." ucap ayah Ahmad dan Hasna bergantian. Ketiga kalinya dibukakan pintu rumahnya.
"Waalaikumsalam." Jawabnya dari dalam, hingga terdengar suara kunci terbuka yang mengiring pintu.
Krek
"Loh, Ahmad? Kamu de?" Tanya Om Jaya kaget. "Masuk lah." Menjabat tangan ayah lalu memeluknya sekilas dan mengajak untuk masuk dalam rumah.
Om Jaya menggiring ayah Ahmad dengan Hasna ke dalam hingga duduk di kursi. Sudah lama mereka tidak berjumpa sehingga kaget dengan situasi saat ini.
"Apakah saya mimpi?" Tanya Om Jaya pada dirinya sendiri. Dia mencubit kecil lengannya dan ternyata terasa sakit. Hasna hanya tersenyum kecil melihat tingkah konyol sepupu s…
Gadis Pejuang Keluarga
BAB 18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments