BAB 22

Usai membersihkan ikan, mami menyerahkan ikan kepada Hasna. Hasna menerimanya lalu mencampurnya dengan tepung. Ikan tepung siap goreng!

Mami melanjutkan memasak sayur santan, meski sudah siang tapi mereka sudah sarapan. "Gimana Hasna, katanya mau undur diri dari menjahit?" Tanya mami.

"Iya Mi, tadi sudah ketemu Mbak Win." Jawabnya jujur, Hasna membalik ikan tepungnya sebelum diangkat.

"Emang kamu sudah dapat kerjaan baru? Sampai keluar dari tempat menjahit. Padahal disitu ramai loh, banyak orderan." Ujar mami Titik.

"Masih cari kerja Mi." Jawabnya singkat. "Ramai kalau gajinya sulit siapa yang betah! Belum lagi orangnya judes, kerja seharian penuh tapi gaji gak jelas." Omel Hasna dalam hati.

"Katanya sudah masukkan lamaran jadi guru, belum ada panggilan ya?" Tanyanya lagi.

"Belum Mi." Jawabnya singkat. Memang Hasna lebih irit bicara daripada Hana.

"Hana lebih ramah dan bijak, meski baru kenal dia sopan." Batin mami Titik melanjutkan memasak sayur santan di kompor sebelah.

Usai masak, Mami Titik makan nasi. "Ayo makan nasi Hasna." Ajaknya, dia sudah mengambil nasi dan sayur serta lauknya.

"Iya Mi, Hasna sudah kenyang." Jawabnya singkat. Hasna kalau ditanya menjawab, tapi gak ada niatan bertanya balik.

Hasna mencari sang ayah yang ternyata ada di ruang tamu sedang membaca ayat-ayat Allah. Masya Allah.

"Ayah, nanti sore Hasna pulang ke rumah ya! Ayah mau kesana gak?" Tanya Hasna pelan seperti berbisik.

Ayah menyelesaikan bacaannya lalu menutup kalam Allah baru menjawab. "Iya nanti ayah antar, ayah mau cari pakan kambing disana." Ucapnya.

"Oh ya sudah, ayah sudah makan?" Tanya Hasna lagi.

"Sudah, nanti saja makan lagi siang. Ayah mau tidur dulu, nanti setelah dzuhur kita ke rumah." Ujar ayah dan diangguki oleh Hasna. Ayah masuk ke dalam kamar untuk istirahat.

Hasna pun masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. "Gak bisa tidur nih!" Gumamnya lalu duduk. Dia ambil ponselnya lalu membaca pesan dari pak Miftah.

"[Kalau mau jadi bendahara desa, besok harus had…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Reogkhentir

Reogkhentir

Dari kata kata ketusnya kelihatan sekali masih kerabat dari kades, sok berkuasa serta sombong sekali tingkahnya.

2025-01-11

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!