Selesai belanja, Hasna dan Husna melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata ~ pinggir pantai.
"Masya Allah, makin ramai ya de." gumam Hasna pelan, hanya Husna yang mampu mendengar gumaman Hasna. Selain mereka berdua, ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang. Deburan ombak pun terdengar merdu, mengalun seolah menjadi kan Hasna sebagai temannya.
"Iya kak, banyak juga penjual kalau sore. Kalau siang begini hanya sedikit." jawab Husna apa adanya. Mereka menikmati keindahan yang Tuhan ciptakan.
"Aku buang segala keluh kesahku bersama air laut yang menghampiriku. Tuhan bersamaku." batin Hasna berbisik, dia hirup udara dalam-dalam lalu dia hembuskan secara perlahan.
Usai menenangkan diri, Hasna dan Husna pulang menjelang siang. "Makan dulu yuk sebelum pulang." ajak Hasna, mereka singgah di warung bakso langganan Hana.
"Pesan apa de?" tanya Hasna lagi. Husna diam menatap menu yang berjejer di depannya. Dia berpikir mau memakan apa!
"Aku mau mie ayam bakso saja kak. Kakak mau pesan apa?" tanya Husna setelah dia menemukan menu pilihannya.
"Aku juga mau mie ayam bakso deh! Minumnya jus jeruk, kamu?" tanyanya lagi pada sang adik.
"Alpokat saya kak." jawabnya singkat. Sambil menunggu pesanan, mereka membincangkan tentang sekolah Husna. Hasna memberi pesan-pesan supaya Husna dapat membantu sang kakak disini.
"Iya kak, hanya biasa saya harus ikut latihan di organisasiku." jawab Husna mengelak jika dikatakan tidak membantu Hana di rumah.
"Permisi. Ini pesanannya kak." ujar pelayan. Hasna mengangguk lalu mengambil pesanan bagiannya, begitu pula dengan Husna. Sementara makan, ada teman Hasna datang.
"Hai, kamu Hasna kan??" tanyanya menyapa Hasna, dia menoleh melihat orang yang menegurnya.
Hasna mengelap mulutnya mengenakan tisu yang disediakan di meja. "Oh, hai. Iya! Kamu sama siapa?" tanya Hasna ramah. "Ternyata Udin." batin Hasna.
"Aku sama...." ucap Udin. Belum selesai berkata sang isteri sudah memanggil.
"Sayang, kamu buru-buru banget. Siapa dia?" tanyanya penuh selidik, tanga…
Gadis Pejuang Keluarga
BAB 28
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
Reogkhentir
Entahlah seperti apa nasib ayahnya, semoga mereka tetap diberikan ketabahan kesabaran serta ikhlas dalam menghadapi semua dan penuh rasa syukur.
2025-01-11
2