"Gimana Hasna, sudah diterima kerja?" tanya Mami ketika Hasna baru tiba. Belum juga turun dari motor. Hasna berusaha sabar, dia tarik nafas dalam lalu hembuskan.
"Belum Mam, baru masukkan berkas. Nanti akan dihubungi oleh pihak sekolah jika dibutuhkan." jawab Hasna santai.
"Kalau menunggu itu lama Hasna, bagaimana jika kamu menjahit saja. Belajar sambil kerja! Nah, sambil menunggu panggilan dari sekolah keluar, gak ada salahnya menjahit." usul Mami Titik.
Hasna diam mencerna, belu ada respon apa pun itu. "Gimana Hasna? Mau gak? Tadi itu saya dengar dari Bi Sri, katanya Mbak Winda cari anggota." imbuhnya.
"Saya akan pikirkan dulu Mi." jawab Hasna dengan tenang, dia tersenyum samar.
"Kelamaan kalau mikir dulu, sambil belajar dapat bayaran juga." ucapnya semangat. Siapa yang mau kerja siapa yang semangat 45?
"Nanti aku diskusikan sama ayah dulu Mi." ujar Hasna mempertahankan pendapatnya. Mami hanya bergumam lirih.
"Anak sama ayah sama saja, numpang makan tidur." ucapnya tanpa filter.
Deg . . . . .
"Ish ternyata sikapnya begini." batin Hasna masuk ke dalam kamar. "Berarti memang gak seharusnya ayah nikah lagi." gumamnya pelan. Ayah sedang tidur siang, karena menjelang sore harus mencari pakan kambing.
Malamnya Ayah Ahmad bertanya lebih dulu pada Hasna. "Kamu mau nak belajar sambil kerja menjahit? Nanti akan diajarkan disana. Memang gajinya tidak banyak tapi lumayan sambil nunggu panggilan jadi guru." ucap ayah Ahmad.
"Hasna mau saja ayah." jawabnya singkat, dia ikuti saran ayahnya. Setelah beberapa jam berpikir tidak ada salahnya jik dia menerima tawaran itu.
Esok pagi, Hasna sudah siap dan rapi untuk berangkat kerja. Pukul 07.00 sudah harus berangkat dan pulangnya pukul 17.00. Istirahat saat sholat dzuhur ashar, dan makan siang.
"Ayo mami antar." ujar Mami Titik mengeluarkan motornya. Hasna hanya manut saja! Berangkat lah mereka, sepuluh menit tiba.
"Ini anakmu Mbak?" tanya Mbak winda. Mami hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Ya sudah, saya jelaskan kerjanya. Menjahit…
Gadis Pejuang Keluarga
BAB 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
Reogkhentir
Sudah terima saja jadi bendahara desa tak terlalu sulit itu, dari pada kau tinggal dengan dengan orang yang tak kau senangi bikin sakit hati terus
2025-01-10
2
℘ℯ𝓃𝓪 LILIT 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋•§͜¢•🦢🍒
/Sweat//Sweat//Sweat/
2025-01-07
2