Malamnya mereka semua sedan beristirahat di kamar. Usai sholat Isya, Hasna dan Husna baring-baring di atas kasur sambil bercengkrama. Mereka juga asyik dengan ponsel masing-masing.
"Kak, siapa tadi yang kita temui di warung mie ayam?" tanya Husna menyimpan ponselnya disampingnya.
"Yang kita temui?" beo Hasna nge blank. Dia lupa, benar-benar lupa. Setelah dia berpikir, dia baru ingat jika itu teman masa kuliahnya.
"Oh, itu Udin. Dia teman kuliah ku, dia kayaknya sudah nikah, mungkin tadi isterinya karena posesif sekali." jawab Hasna sambil mengingat kejadian siang tadi.
"Oh. Tapi kayak berat teman kakak mau meninggalkan warung tadi, gara-gara ada isterinya jadi dia cepat ngajak isterinya keluar." ucap Husna sambil ketawa mengingat isteri Udin.
"Entah lah. Mungkin pengantin baru." jawab Hasna acuh sambil mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.
"Kirain mantan kakak." ujar Husna dan akhirnya mereka tertawa bersama. "Ha-ha-ha." sambil menutup mulut mereka masing-masing.
"Sssttt ribut, Halim bangun nanti." tegur sang ayah yang masuk ke dalam kamar mereka.
"Yah, kak Hasna sudah ada calon." canda Husna sampai dilototi oleh Hasna supaya sang adik diam. Husna nyengir lalu pindah karena hendak dikejar Hasna.
Husna keluar sendiri, dia mengambil minum untuk meredakan tawanya. "Jadi kapan kita pulang Hasna?" tanya ayah ketika Husna keluar kamar. Pintu kamar tetap terbuka lebar, sengaja ayah berbicara berdua dengan Hasna supaya tidak didengar Husna.
"Besok atau Lusa ayah! Ayah jadi kah mau singgah di rumah Mbah Urut?" tanya Hasna serius.
"Gak ada salahnya berobat disana juga nak, sempat ayah bisa segera sembuh." jawab sang ayah.
"Baik ayah, kalau begitu kita singgah disana saja! Mau diantar kak Hasyim kah yah?" tanyanya lagi.
"Kalau kakakmu tidak sibuk ya boleh saja, bagaimana baiknya." jawab ayah Ahmad.
"Tadi kak Hana tanya, mau singgah di Mbah Urut apa gak? Kalau mau singgah biar diantar kak Hasyim. Begitu ayah!" jelas Hasna menyampaikan pesan sang kakak.
"Ya sudah kalau me…
Gadis Pejuang Keluarga
BAB 29
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
Reogkhentir
Wah jangan bilang kalau keinginan ayahnya untuk yang terakhir kali, semoga Hasna tidak menyesali kelak. Lanjutkan kesahnya sungguh bagus sekali sangat menyentuh kalbu
2025-01-11
2
sSabila
Semangat terus kak
2025-01-10
1