Kurang lebih tujuh hari disana di kampung PP, kini saatnya mereka pamit. "Kami pulang dulu Mas, semoga sehat-sehat semua." Pamit ayah Ahmad pada Om Jaya.
"Aamiin. Iya selamat sampai tujuan Mad." Jawab Om Jaya. Ayah dan Hasna berpamitan pada semua keluarga lalu masuk ke dalam bus.
Mereka membawakan kue khas Kampung PP, tidak banyak tapi cukup untuk dibagi-bagi. Cukup panjang perjalanan dari Kampung PP ke Kampung MO.
Setibanya di rumah mereka langsung turun di rumah Mami Titik. "Alhamdulillah sudah sampai juga." Gumam Hasna.
"Sana tidur di kamar sama adekmu Hasna." ujar mami Titik keluar dari dapur menuju ruang keluarga.
"Iya kak, sini yuk tidur sama aku." ajak Widia ke kamarnya. Yusuf sudah tidur. Hasna mengekor dibelakang Widia untuk tidur di kamarnya.
"Kalian kapan datang?" tanya Ayah basa basi. Mereka sedang duduk di kursi depan televisi.
"Saya hanya lima hari disana, kemarin dulu saya sudah sampai." jawab Mami Titik seadanya.
"Saya mau cepat pulang tapi ditahan sama Mas Bukhori, disuruh menginap di rumahnya." jawab Ayah Ahmad jujur. "Disana sudah makin ramai, lamanya saya tidak pernah kesana." imbuhnya.
"Berapa tahun Mas?" tanya Mami. Mereka tinggal berdua karena Hasna dan Widia sudah masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
"Tahun 1990 an kayaknya terakhir kesana, sebelum nikah! Sekarang saja sudah tahun berapa ini, 2020." ujarnya membayangkan masa lalu saat masih sendiri.
"Sekarang anak-anak sudah besar, bisa saya pergi-pergi lagi." gumam ayah pelan, dia ingin menikmati masa tuanya dengan bahagia.
Berbeda dengan pemikiran Mami Titik. "Pergi-pergi kemana? Nafkahi kami saja gak mampu. Hhhh." batin Mami menggerutu. "Aku tidur duluan Mas." pamitnya pada suaminya.
Tidak lama kemudian, ayah Ahmad menyusul untuk tidur. Semua sudah tertidur pulas ke alam mimpinya.
Esok hari, Hasna bangun subuh. Dia shalat, membaca Kalamullah lalu menyapu, cuci piring. Kiranya apa yang bisa dia kerja di lakukan, kecuali memasak karena belum ada hak.
"Sudah bangun nak?" tanya Mami basa b…
Gadis Pejuang Keluarga
BAB 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
Reogkhentir
Kalau mau merebut hatinya ya yang tulus jangan modus, mau cuma sama bapaknya saja guna diperas tenaganya. Mana lagi mulut tukang gibah pula, jika anaknya Ahmad sukses paling minta jatah dengan berbagai alasan.
2025-01-10
2
Hafizah
semangat berkarya thor
2025-01-08
2