Belum sempat Hasna memberi kabar kepada ayahnya tapi ayah Ahmad datang tiba-tiba. "Kamu di rumah nak?" tanya ayah memarkirkan motornya.
"Iya ayah, tadi aku mau menelfon ternyata ayah sudah datang." ujar Hasna menunggu ayahnya masuk, dia di pintu melihat ayahnya yang mencari tempat untuk memarkirkan motornya.
"Ayah mau cek-cek kebun disini nak. Kasihan tidak pernah diurusi." jawab ayah Ahmad. Dia menghela nafas berat, seolah membuang beban berat dari rumah isterinya.
"Ayah sudah makan?" tanya Hasna penuh selidik, untungnya dia sudah memasak lauk pauk dan sayur meski sendiri. Dia bisa hemat dengan uang sisa kuliah dulu serta uang gajinya saat menjahit.
"Sudah tadi di rumah." jawabnya. "Sudah dibayar kah gajimu bulan kemarin?" tanyanya melangkah masuk ke dalam rumah. Ayah duduk di kursi kosong.
"Belum ayah. Ayah, boleh gak kalau aku keluar dari menjahit? Aku capek ayah, kerjanya juga seharian penuh dan gajinya tidak dibayarkan." ucap Hasna mengadu, dia lelah menahan sendirian kekesalannya pada mantan bosnya.
"Kalau berhenti dari menjahit mau kerja apa?" tanya ayah Ahmad santai.
"Kemarin dulu, pak Miftah sama Zam kesini. Dia menawarkan saya kerja di kantor desa sebagai bendahara. Tapi Hasna bingung mau terima atau tidak." ujar Hasna mempertimbangkan.
"Bagus itu." jawab ayah, dia menatap anaknya yang duduk di kursi seberang. "Tapi semua terserah padamu nak. Kamu yang jalani." ujar sang ayah.
"Aku mau keluar dari menjahit dan menerima tawaran pak Miftah saja deh." ucap Hasna yakin. "Dua hari ini sudah aku pikirkan dengan mantap ayah, aku akan belajar menjadi bendahara." imbuhnya semangat.
Ayah Ahmad tersenyum senang, dia tahu jika anaknya adalah anak-anak yang pintar dan cerdas. "Kerjakan apa yang membuatmu nyaman nak. Cintai pekerjaanmu supaya kamu tidak terbebani." nasehat ayah Ahmad.
"Iya ayah." jawab Hasna singkat. "Ayah menginap?" tanyanya.
"Ayah nanti pulang, kamu bersiaplah kita pulang kesana. Besok kamu pamit sama Mbak Win, sekalian sama Mami supaya dia tidak ters…
Gadis Pejuang Keluarga
BAB 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
Reogkhentir
Wadah mbak Winda mana mau berkah serta barokah usaha mu lah gaji karyawan tak dibayarkan, hanya diminta jadi pemeras keringat orang saja. Yang sabar Hasnah jalani semua dengan penuh keikhlasan serta penuh syukur semoga kelah kesuksesan mu melebihi mereka
2025-01-11
2
Hafizah
semangat berkarya thor
2025-01-08
2