Keesokan harinya, Hasna seperti biasa. Dia harus ke kantor desa untuk bekerja, karena memang bukan hari libur. Meski lelah sekalipun telah melakukan perjalanan jauh, tetap harus kerja.
"Lelahnya, huft." Gumamnya dalam hati, mau mengeluh pun percuma. Ibarat kata, Hasna adalah tulang punggung keluarga. Beruntungnya ayah Ahmad tetap sehat dan panjang umur meski sudah tidak dapat melakukan pekerjaan berat.
Ayah masih biasa ke kebun untuk jalan-jalan dan merilekskan pikiran. Untuk kerja berat, ada orang yang diandalkan untuk bekerja bagi hasil.
Ayah selalu berkata. "Menikahlah nak, supaya ada yang bantu-bantu urus kebun, dan urus rumah. Biar pun suamimu bukan Sarjana yang penting bisa kerja keras dan sholeh nak. Meski pun kamu serba bisa! Kamu tetap perempuan yang membutuhkan pendamping." Ujar sang ayah.
"Hasna mau menikah ayah, hanya memang belum ada jodoh! Masak Hasna harus paksakan." Jawab Hasna ketus. Setiap pembahasan jodoh, Hasna selalu emosional apalagi jika ayahnya yang membahasnya.
"Ayah hanya mengingatkan nak, mumpung ayah masih ada." Ujar ayah lagi. Hasna diam saja, pikirannya kacau!
"Hasna, kamu melamun?" Panggil Mbak Maria mengagetkan. "Kamu disuruh ke ruangan pak Desa." Ujar Mbak Maria menyampaikan. Dia dari ruangan pak Desa hendak ke ruangannya, melewati ruangan Hasna.
"Iya, makasih Mbak Maria." Ujar Hasna bangkit dari kursi nyamannya menuju ruangan pak Desa.
"Permisi pak, bapak memanggil saya?" Tanya Hasna duduk di kursi kosong. Pak Desa menatap Hasna lalu berkata.
"Iya saya memanggilmu Hasna." Jawabnya menatap Hasna sekilas. "Kamu masih lelah Na, baru datang kah?" Tanyanya kepo sambil membuka berkas.
"Iya pak, tadi malam kami tiba di rumah." Jawab Hasna jujur. Dia menunggu apa yang akan disampaikan oleh pak Desa.
"Jadi begini Na, nanti itu akan ada pelatihan di Kota M. Kamu bisa kesana naik pesawat atau pun naik kapal laut. Biaya akan ditanggung sebesar tujuh juta." Ucap pak Desa menjelaskan.
"Jadi, kegiatan selama disana dengan transportasi…
Gadis Pejuang Keluarga
BAB 39
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
syukurlah... kirain tamat /Scowl/
2025-01-14
1