Adrian kembali ke kediaman lamanya, ia sengaja menemui Bapak Mulyadi di sana. Ia ingat ucapan Akasia, memang ia perlu mempersiapkan tempat tinggal sendiri kalau-kalau kutukan ini mendadak musnah seutuhnya. Kemarin Akasia panik ketika pemuda itu sempat tidak berhasil berubah menjadi boneka, dan ia paham kepanikannya itu.
Untuk mempersiapkan tinggal sendiri aku perlu biaya.
Adrian teringat brankas peninggalan orangtuanya di kamar utama. Itu bisa menjadi sumber dananya. Ia tidak bisa terus berharap pada uang pemberian Akasia, harga dirinya sebagai laki-laki tidak mengizinkan.
Maka setelah diam-diam membuka brankas di kamar orangtuanya, Adrian berhasil menemukan beberapa batangan emas, surat investasi orangtuanya, dan beberapa surat penting untuk dibawanya sebagai bekal.
Ia berdiri di ruang tengah rumahnya demi memperhatikan kumpulan perabot yang tertutup kain, lalu menyingkap satu per satu kain yang menutupinya. Ia mengecek kondisi berbagai perabotan di ruangan itu satu per satu. Hampir semua meubel di rumah itu menggunakan kayu jati, jadi umumnya masih dalam kondisi baik, hanya cat, bantalan atau engselnya saja yang rusak atau lapuk karena usia. Bapak Mulyadi menghampirinya dan mulai ikut mengecek.
“Maaf, Pak. Bapak tahu kan saya keturunan pemilik rumah ini?” Adrian memulai niatnya, “Boleh saya memperbaiki meubel-meubel di rumah ini?”
Bapak Mulyadi mengangguk, “Oh boleh, Nak. Berarti harus dibawa ke tukang meubel ini, bisa ini dibuat seperti baru,” ia menyarankan, “Cuma kalau sebanyak ini akan mahal, Nak.”
“Bapak bisa bantu saya mengurusnya?” Adrian meminta tolong sambil menyerahkan satu batang emas peninggalan orangtuanya, beratnya satu kilogram. Di zaman Adrian hidup dulu emas seperti ini belum terlalu mahal dan berharga. Bapak Mulyadi terkejut melihat apa yang dipegang Adrian.
“Tapi itu emas zaman VOC loh, Nak, bersejarah, apa nggak apa-apa?” ia seperti langsung paham tugasnya.
“Saya percaya Bapak. Uangkan saja, nanti kalau ada sisa sekalian kita pugar bagian dala…
Poppen
Home Sweet Home
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
bentar kak. usianya Adrian saat ini tuh kisarannya brpa thn yah, apa sepantaran sama Akasia atau lebih tua brapa THN? aku agak bingung ngebayangin visualnya.
2025-04-08
0
Author15🦋
untk seorang yg hidup di zaman dulu adrian paham bgt ya soal unkm di indo
2025-03-26
0
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Bisa2nya fikiran si Bapak nyampe sejauh itu. Ya walopun memang agak mengherankan tiba2 laki2 pirang DTG ngaku2 keturunan si pemilik rumah. Setelah sekian lama ngilang.
2025-04-08
0