Tatapan mata Endry mengekori Akasia selama di sekolah. Setiap ada kesempatan, pemuda itu mencuri pandang ke gadis berwajah mungil itu, dikaguminya dalam diam. Akasia sebenarnya sudah menyadarinya dan merasa sedikit risih, tapi sejauh ini dibiarkannya saja begitu.
Waktu istirahat tiba. Endry mencari-cari saat Akasia hilang dari pandangannya. Tiba-tiba seseorang mencoleknya dari belakang. Ia berbalik dan menemukan Akasia disana dengan ekspresi protes yang jelas di wajahnya.
“Kamu mau jadi penguntit ya?” Akasia menembak langsung.
“Nggak kok, maaf. Aku bikin kamu risih ya? Maaf deh.” Endry menunduk, merasa bersalah.
“Kalau mau, ngobrol aja sama aku, nggak apa-apa kok. Tapi sambil makan ya, aku lapar.” Akasia mengajak tanpa ragu.
“Nggak apa-apa nih?” Endry merasa ditiupkan angin surga.
“Ya nggak apa-apa lah, kita kan masih teman.” Akasia mengingatkan.
Akasia dan Endry duduk berdua di pojok bangunan kantin, selesai mereka makan mereka memperhatikan awan yang bergerak lambat di atas mereka.
“Kamu tahu nggak Akasia, beberapa waktu lalu aku bertemu Papa. Well, tepatnya Papa menyeret paksa aku untuk menemuinya langsung.” Endry membuka cerita.
“Papamu yang hebat itu?” Akasia teringat bahwa Papa Endry merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia juga Asia Tenggara. “Berarti dia masih peduli sama kamu.”
“Dia minta aku untuk kerja di perusahaannya.” Endry membongkar informasinya.
“Bagus dong, dengan begitu kamu nggak perlu khawatir masalah uang lagi.” Akasia senang mendengarnya.
“Nggak sesederhana itu, misi dia adalah membuatku meneruskan perusahaannya.” Endry memberitahu dengan tatapan serius.
“Aku masih nggak mengerti dimana masalahnya.” Akasia mengerutkan kening. “Kamu kan putra tunggalnya, wajar dong.”
“Masalahnya aku nggak sudi, Papaku itu control freak. Aku nggak mau hidupku dikontrol orang yang nggak berkontribusi dalam hidupku selama ini. Kalau dia memberi, dia pasti mengharapkan imbalan itu, udah kayak investor saham.” Endry memberitahu pandangannya.
“Itu bukannya tek…
Poppen
Longing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
risih yaa... brarti gak ada rasa. kirain bisa salting.
tolak aja deh akasia.
2025-04-24
0
fitriani
kyknya susah endry bersaing dgn adrian yg ada dihati akasia
2025-04-19
0
Anaknya Baba
Bijaksana sekali Akasia ini...
2025-04-06
0