Akasia keluar dari ruang presentasi. Ia baru saja tuntas memberikan presentasi tugas akhirnya kepada beberapa dosen penguji. Ia tidak sabar menunggu hasilnya, karena ia merasa sudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk proyek tugas akhir ini demi kelulusannya untuk proyek tugas akhir ini demi kelulusannya.
Fabian menyambutnya. “Gimana? Sukses?” Tanyanya cemas.
“Aku gugup banget!” Akasia akhirnya melepaskan pertahanannya berlagak kuat. Di depan Fabian ia bisa berkeluh kesah sepuasnya. “Untungnya tadi aku bisa jawab semua pertanyaan penguji.”
Fabian menghembuskan napas lega. “Syukur deh. Kayaknya kalau kamu sih pasti lulus deh, kalau kamu nggak lulus gimana nasibnya aku.” Ia menertawakan kemalasannya selama kuliah ini. Ia berhasil karena dimotivasi, atau lebih tepatnya diseret Akasia terus untuk lebih rajin belajar dan mengerjakan tugas.
“Tenang, kita akan wisuda bareng. Itu kan impian kita?” Akasia memotivasinya.
“Tadi kamu juga bisa jawab pertanyaan penguji, kan?” Akasia mengecek presentasi sahabatnya.
“Bisa kok, walau agak gelagapan.” Ungkap Fabian sambil cengengesan. “Terima kasih ya, kamu bantuin aku terus sampai ke titik ini.” Fabian menatap Akasia tulus. “Orangtuaku senang banget, aku akhirnya akan lulus.”
“Itu kan karena kerja keras kamu juga.” Akasia merendah. “Pokoknya kalau kamu nggak lulus tahun ini, kutinggalin!” Ancamnya dengan seringaian.
...oOo...
Akasia dan Fabian berdiri di depan gedung modern Universitas Amsterdam, yang dihiasi kaca besar memantulkan sinar matahari pagi. Di tengah hiruk-pikuk mahasiswa yang berseliweran, sebuah papan pengumuman digital di lobi menjadi pusat perhatian. Banyak mahasiswa berkumpul di depan layar besar, saling berbisik penuh rasa ingin tahu dan harapan.
Fabian meremas jemarinya, sesekali melirik Akasia yang berdiri di sampingnya. Gadis itu berusaha menenangkan diri, meski gerakannya menggulung dan membuka syal di leher mengkhianati upayanya menyembunyikan kegugupannya.
“Mau berpegangan tangan?” Bisik Fabian menawarkan…
Poppen
Graduation
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Miu.Nuha
ugh! visualisasinya bagus, ini kalo di realisasikan bisa kayak film layar lebar 😍
2025-03-12
1
Zapphire
Itu sih bener banget.
2025-04-10
0
Anaknya Baba
Sedih juga jadi Fabian...
2025-04-10
0