Adrian termenung dalam diam, tubuhnya masih terasa hampa seolah jiwanya tertinggal di tempat ia menemukan motor Akasia teronggok tak berdaya di pinggir jalan. Saat firasatnya berteriak, ia berlari tanpa peduli, hanya ada satu hal di kepalanya, tak boleh kehilangan Akasia. Rasa takut itu begitu pekat, mencengkeramnya dengan kengerian yang hampir melumpuhkan. Jantungnya mencelos saat mendengar Akasia dilarikan ke rumah sakit. Sejenak, dunianya berhenti. Pikirannya dibayangi kemungkinan buruk yang dapat terjadi, seperti mimpi tergelap yang pernah menghantuinya.
Sensasi mencekam itu mengingatkannya pada tragedi masa lalu, saat suara tembakan yang melesat menggema di dalam gereja, menewaskan wanita yang sangat ia cintai. Kini, ketakutan itu datang lagi, tapi lebih nyata, lebih menyakitkan. Saat itulah Adrian sadar, Akasia bukan lagi sekadar seseorang dalam hidupnya. Ia telah menjadi pusatnya, menggantikan ruang yang dulu diisi Kemuning.
Ia bahkan tak peduli jika orang-orang menatapnya aneh dengan penampilan kunonya, tak peduli bagaimana ia terlihat selama bisa sampai ke Akasia. Maka ketika matanya akhirnya menangkap sosok gadis itu di ruang IGD, masih bernapas, masih bisa berbicara, ia merasakan kelegaan yang begitu besar, hampir seperti ingin roboh di tempat. Namun, ia tak bisa terlihat lemah. Ia menarik napas dalam-dalam, membangun kembali pertahanannya sebelum akhirnya melangkah mendekat, berpura-pura tenang dan kuat.
Padahal, jika Akasia benar-benar pergi, Adrian tahu, jiwanya akan kosong. Kehilangan itu akan terasa sama seperti dulu, membuatnya bertanya, untuk apa ia tetap hidup? Dan kini ia sadar, posisi gadis itu telah menggantikan Kemuning di hatinya.
‘Akasia tak boleh tahu ini.’ Begitu gumamnya dalam hati, sementara tatapannya terpaku pada wajah lelap gadis yang hampir saja membuat dunianya runtuh.
...oOo...
Di ruang rawat VIP Akasia di siang itu, pintu terbuka dan masuklah seorang gadis berjalan bak model. Penampilannya modis dengan blazer ungu dan dress hitam…
Poppen
After Incident
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Anaknya Baba
Aiiih Adrian...Anda tuh ya bikin saya melting.
2025-04-04
0
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
sudah terlanjur pak, gmna dong.....
2025-04-23
0
Zapphire
Ah masa? Bapak tau darimana? /Left Bah!/
2025-04-02
0