Satu bulan telah berselang, Endry latihan bermain gitar tanpa kenal lelah di tengah tekanan pekerjaannya. Hingga tubuhnya tidak kuat dan ia tumbang, pemuda itu jatuh sakit hingga tidak sanggup bangun dari kasur. Suwanda Sadino memanggilkan dokter keluarga ke rumah untuk memeriksa putranya. Ia menyuruh Endry beristirahat dengan tenang di kamarnya dan menunda semua pekerjaannya. Pemuda atletis itu menitipkan pesan ke Selena selaku sahabatnya, untuk diteruskan kepada para pimpinan Random Walk yang lain.
“Sel, gue nggak masuk ya tiga hari ini. Gue sakit, mau istirahat dulu. Katanya di telepon.
“Don’t worry, Dry, istirahat aja, urusan kantor aman kok. Nanti biar Adrian dan Hayashi bantu take over.” Selena menenangkan sahabatnya itu.
Dinia yang berada tidak jauh darinya mendengar obrolan itu, “Itu Endry, kenapa?” Tanyanya terpancing penasaran.
“Cowok lu lagi sakit tuh, nggak bisa masuk kerja.” Selena membocorkan informasi, “Eh, udah bukan ya?”
Dinia yang mendengar kelanjutannya menjadi murung. Selena tidak salah, Dinia sendiri yang meminta memutuskan hubungan dengan Endry. Melihat wajah muram Dinia, Selena kemudian mendapatkan ide iseng untuk membuat Dinia mengunjungi Endry di kediamannya, agar semakin mengenal sahabatnya itu.
“Din, nanti saat jam istirahat kantor tolong lu antarkan berkas proposal program baru ke Endry ya, supaya dia baca-baca aja dulu selagi luang. Habis itu lu boleh langsung pulang.” Selena berpesan pada Dinia.
Dinia tanpa kecurigaan apapun mengangguk. Ia merasa mungkin ini juga kesempatan untuknya menjenguk Endry. Sejujurnya hatinya merindukan dan mencemaskan pria itu.
...oOo...
Dinia terperangah, yang dilihat di depannya bukanlah rumah, melainkan mansion. Ia baru ingat seberapa besar kekayaan keluarga Suwanda Sadino, selaku Papa Endry. Jarak dari pagar besar dan kokoh di hadapannya menuju pintu masuk bangunan rumah saja cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.
“Cari siapa, Kak?” Tanya petugas keamanan berseragam yang menjaga di pos sebelah pint…
Poppen
Lonely Souls
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
fitriani
gak salah sih pemikiran dinia krn cewek itu emang butuh kepastian
2025-04-20
0
Zapphire
Kesian kesian kesian...
2025-04-10
0
Anaknya Baba
Balikan dong please...
2025-04-08
0