Musim gugur di Universitas Amsterdam adalah pemandangan yang tak tertandingi. Pohon-pohon elm di sekitar kampus menjatuhkan daun-daunnya yang kuning keemasan, menciptakan karpet alami yang berdesir di bawah langkah kaki para mahasiswa. Udara segar membawa aroma dedaunan yang lembab dan secuil kehangatan matahari musim gugur, menciptakan suasana yang mengundang siapa saja untuk berjalan-jalan santai di sekitar taman kampus. Namun bagi Fabian, musim gugur ini terasa lebih sepi dan dingin dari biasanya.
Setiap hari ia terlihat mengamati Akasia dari kejauhan, mencari kesempatan untuk mendekati gadis itu dan menenangkan kemarahannya. Akasia yang masih menyimpan luka kecewa memilih mengabaikan kehadirannya. Di sela-sela kuliah, ketika gadis itu berjalan-jalan di tepi kanal yang mengalir di sepanjang kampus atau duduk membaca buku di bangku taman yang dihiasi patina musim gugur, Fabian selalu ada, berdiri tak jauh darinya. Kadang-kadang ia mencoba mengulurkan coklat hangat dari kafe favorit mereka atau sekadar menyapanya dengan senyum kikuk, tapi Akasia hanya melirik sekilas sebelum kembali sibuk dengan dirinya sendiri.
Saat akhir pekan tiba, Fabian bahkan berani muncul di taman Vondelpark, tempat Akasia sering bersepeda atau duduk di bawah pohon besar sambil menikmati camilan atau memainkan ponselnya. Daun-daun merah dan oranye berguguran di sekeliling mereka, membentuk suasana yang nyaris romantis, tapi Fabian tahu, dinding yang dibangun Akasia belum runtuh. Hujan gerimis yang sesekali menetes menambah melankoli, tapi ia tetap bertahan, seperti bayangan yang enggan pergi.
Hari-hari seperti itu berlanjut selama hampir sebulan, hingga suatu siang yang cerah di bulan November. Fabian kembali memberanikan diri menghampiri Akasia yang duduk di bangku kayu di dekat taman kampus mereka. Dengan tangan gemetar karena gugup, ia menyodorkan segelas kopi hangat yang di atas tutupnya ia tulis, “Sorry for being an idiot. Will you forgive me?”
Akasia mengangkat alis, menatapnya lama se…
Poppen
Reconciliation
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
fitriani
dasar y si adrian mentang2 org belanda kl beli bangunan pasti bekas kolonial mulu😁
2025-04-20
1
Zapphire
Kayaknya kinerja Adrian hebat banget ya.
2025-04-10
0
Anaknya Baba
Gedung gaya neoklasik emang cakep banget.
2025-04-10
0