Berbekalkan keberadaan Bang Rian yang nyinyir mengingatkan untuk minum obat, minum vitamin, makan dan istirahat, membuatku mencapai kekuatan penuhku dengan cepat. Aku mulai bisa mengejar ketinggalanku. Setelah mengurus beberapa hal di kantor dan menyerahkan semuanya kembali kepada Mbak Eka, aku bisa mengerahkan semua waktu dan fokusku hanya untuk tesis.
Mengetahui pengunduran diriku, Mbak Eka sempat agak ngambek. “Kenapa pake resign segala sih, Dek? Mbak kan udah lumayan terbiasa ada kamu di sini.”
Aku hanya tertawa melihat ekspresi kekanak-kanakan Mbak Eka itu. Lain halnya dengan Mas Rinto dan Mas Bambang. Mereka sangat menyetujui keputusanku dengan bilang, “Anak perempuan itu memang seharusnya selalu di rumah, dek. Dekat sama orang tua. Bantu ngurusin keluarga.”
Yeah, I guess they're right.
Di waktu-waktu terburukku, aku masih suka mengirimkan pesan-pesan ke nomor Alex walaupun tidak pernah ada balasan. Entah dia masih menggunakan nomor itu atau dia sudah menggantinya. Yang jelas, di buku telepon ponselku, itu adalah nomor telepon Alex. Aku tidak peduli.
Me : Hi, Lex
Me : gimana kabar kamu?
Me : gimana urusan kerjaan?
Me : lancar-lancar aja kan?
Me : kamu sehat-sehat aja kan?
Me : aku tahu pasti berat buat kamu untuk maafin aku
Me : tapi aku gak akan pernah berhenti buat minta maaf
Me : maafin aku, Lex
Me : aku benar-benar minta maaf
Me : aku kangen kamu
Me : aku butuh kamu
Me : please come back to me
Me : please, Lex
Me : please
But ... then there were none.
****
Berkat kegigihanku untuk segera menyelesaikan tesis dan kebulatan tekad Bang Rian dan Mimi yang berusaha bertahan menjalani long distance relationship selama hampir enam bulan ini, akhirnya aku berhasil meraih gelar Magister-ku pada hari ini setelah melalui ujian yang sangat mendebarkan. Tampil di depan para profesor rasanya bukan main. Namun, terima kasih, Tuhan, aku sudah lulus!
****
Walaupun acara wisuda masih akan diadakan dua bulan lagi, yang penting kini aku bisa menikmati hari-hari terakhir di Jak…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
9. Seven Months in A Flash
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments